Berita OKI

Kasus Istri Terbakar dan Tewas, Orang Tua Maliadi Minta Keringanan Hukuman. Ini Alasannya

Anggota DPRD OKI, Amirsyah SH meminta agar penegak hukum dapat mempertimbangkan penjelasan pihak keluarga tersangka Maliadi.

Kasus Istri Terbakar dan Tewas, Orang Tua Maliadi Minta Keringanan Hukuman. Ini Alasannya
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Orang tua tersangka Maliadi, Hermanto (56), dan istrinya Erlina (60) 

"Jadi otomatis api menyambar seisi rumah hingga ke ruang tamu dan ruang tengah dimana saat itu anak Maliadi yang bungsu sedang nonton televisi. Maliadi spontan langsung menyelamatkan anak bungsunya bernama Chika (5) keluar rumah. Setelah itu, Maliadi masuk kerumah lagi untuk menyelamatkan sang Istri yang sudah menjadi sasaran dari kobaran api, Maliadi pun kedua kakinya terbakar saat menyelamatkan istrinya," terangnya, Rabu (29/8).

Melihat kondisi sang istri luka parah, Maliadi langsung memanggil kakak dan keluarga iparnya yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Korban Rafilah saat itu juga langsung dilarikan ke rumah sakit di Simpang Penawar dan akhirnya dilarikan ke RS Urip di Tanjung Karang. Sementara Maliadi dilarikan ke Puskesmas Rawa Jitu.

Baca: Pengerjaan Capai 75 Persen, Tol Trans Sumatera Bakauheni-Kayuagung Rampung Awal 2019

Melihat kondisi perkembangan korban Rafilah yang tidak kunjung membaik, setelah tiga malam dirawat intensif, keluarga korban akhirnya meminta rujukan ke RS Cipto Mangun Kusumo di Jakarta.

Sempat dirawat intensif selama 11 hari, namun ajal berkata lain, korban Rafilah akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 13.00.

"Mendengar kabar sang istri telah meninggal, Maliadi yang masih dirawat di Puskesmas Rawa Jitu akhirnya memaksakan diri menyusul ke Jakarta dengan kondisi yang belum baik akibat luka bakar di kedua kakinya. Tapi sayangnya, jenazah sang istri telah dimakamkan keluarga di Pemakaman Umum Tanjung Duren di Jakarta Selatan, karena memang orang tua korban tinggal di Jakarta," jelas Hermanto.

Usai peristiwa tragis yang merenggut nyawa istrinya, Maliadi langsung tinggal di Depok tempat keluarganya sembari menjalani rawat jalan atas luka bakar yang dialaminya.

Namun, musibah yang menimpa Maliadi dan istrinya berubah menjadi boomerang karena keluarga istrinya menduga Maliadi sengaja membakar korban Rafilah.

"Jadi keluarga istri Maliadi melaporkan ke pihak berwajib bahwa Maliadi sengaja hendak menghabisi nyawa istrinya dengan cara menyiramkan minyak dan membakar istrinya. Tapi kenyataan yang sebenarnya menurut Maliadi tidak begitu, sehingga akhirnya Maliadi ditangkap polisi dari Polsek Sungai Menang pada 17 Agustus 2018 kemarin, saat Maliadi hendak ziarah ke makam istrinya," tuturnya.

Baca: Terdakwa Ujaran Kebencian di Palembang Divonis 6 Bulan 15 Hari

Bapak Maliadi inipun kini hanya bisa memberikan dukungan moril untuk anaknya dalam menjalani proses hukum.

Halaman
123
Penulis: Mat Bodok
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved