Berita Muaraenim

6 Daerah di Sumsel Tunda Pelaksanaan Program Imunisasi Measles Rubella

Di Sumsel ada lima daerah yang meminta untuk ditunda pelaksanaan imunisasi MR yakni Muaraenim, Bayuasin, Pagarlam, OKUS dan Lahat.

6 Daerah di Sumsel Tunda Pelaksanaan Program Imunisasi Measles Rubella
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Pemerintah Kabupaten Muaraenim Drs Ibrahim Ilyas, memimpin rapat penjelasan masalah imunisasi MR dari Dinkes Sumsel di ruang rapat Bupati Muaraenim, Rabu (28/8). 

Padahal program ini, berakhir pada bulan Sepetermber 2018 ini.

"Kita optimis tercapai, sebenarnya bukan menolak tetapi menunda. Mudah-mudah dengan keluarnya fatwa MUI dan edaran dari kepala daerah masing-masing, program tersebut bisa tercapai.

Ditambahkan Riana, untuk pelaksanaan program imunisasi MR tersebut dari bulan Agustus - September 2018. Dan diakui memang ada beberapa sekolah yang minta tunda pelaksanan imunisasi MR tersebut di sekolahnya.

Dan pihaknya menargetkan untuk di Kabupaten Muaraenim sebanyak 169 ribu anak yang diimunisasi MR, dan sekarang sudah mencapay 29 persen.

"Sebagian sekolah masih ada yang menunda, terutama yang dibawah Kemenag, alasan mereka menunggu surat edaran Fatwa MUI dan pemerintah," ujarnya.

Kemudian Kepala Seksi Madrasah Kemenag Kabupaten Muaraenim Solihan, mengatakan bahwa awalnya pihaknya tidak bisa memutuskan sebab pihaknya tidak ada dasar menyuruh atau menolak karena kita tidak ada dasarnya.

Baca: Rekonstruksi Pembunuhan Dilakukan ABG di OKU Dikawal Ketat

Lalu diserahkan dengan sekolah masing-masing, dengan persetujuan orangtua masing-masing. Lalu akhirnya sekolah melakukan penundaan bukan menolak sambil menunggu kejelasan dari pemerintah, Kanwil dan Fatwa MUI.

Setelah ada keluar surat Fatwa MUI, pihaknya langsung menghubungi pihak sekolah untuk menerima petugas yang akan melakukan imunisasi dengan syarat harus ada persetujuan dari orangtua, dan bagi yang menolak jangan dipaksakan.

"Jika ada kaitannya dengan masalah keagamaan, tolong Kemenang dilibatkan sehingga bisa menentukan sikap," ujarnya.

Sementara itu Bupati Muaraenim melalui Asisten Bidang Administrasi dan Umum Pemerintah Kabupaten Muaraenim Drs Ibrahim Ilyas, menjelaskan dengan adanya fatwa MUI yang menyatakan imunisasi MR termasuk Darurat Syariah (mubah), maka Pemkab Muaraenim mendukung penuh pelaksanaan program tersebut dan perlu di sosialisasikan di masyarakat.

Sebab mengingat bahaya sekali jika sudah terkena virus MR, bahkan bisa membawa kematian.

"Mudah-mudahan kedepan ditemukan vaksin MR yang lebih baik lagi," ujar Ibrahim.(ari)

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help