Berita OKI

Tertipu Modus Penggandaan Uang, Puluhan Warga OKI Jarah Perabotan Yana yang Memilih Kabur

Sedangkan Yana memilih kabur dari desa, Selasa (28/8/2018) untuk menghindari amukan massa yang telah tertipu olehnya.

Tertipu Modus Penggandaan Uang, Puluhan Warga OKI Jarah Perabotan Yana yang Memilih Kabur
SRIPOKU.COM/MATBODOK
Seisi rumah milik Yana (35) warga Desa Batu Ampar Kecamatan SP Padang OKI yang dijarah warga korban penggandaan uang. 

Setelah banyak  warga yang menginvestasikan uang mereka menuntut Yana untuk segera membuka paket yang ditentukan.

Baca: Politeknik Pariwisata Palembang Dipercaya Garap Penelitian Pariwisata Prioritas di Tanjung Lesung

Yana tidak merespon keinginan warga, karena paket uang, emas, sepeda motor, rumah, dan banyak lagi lainnya itu tidak mampu digandakan. 

Sehingga Yana, Selasa (28/8/2018) dini hari bersama keluarganya pergi dari rumah. Untuk mencari selamat dari amukan massa. Sebab, massa yang sudah kesal disebabkan paket penggandaan uang mereka tak keluar. Maka itu, Yana tinggalkan Desa Batu Ampar. "Yana lari dari rumah," tutur warga yang kesal lalu menjarah barang berharga miliknya.

Baca: Politeknik Pariwisata Palembang Dipercaya Garap Penelitian Pariwisata Prioritas di Tanjung Lesung

Sementara itu, Kepala Desa Batu Ampar Baru, Rustam kepada wartawan membenarkan ada peristiwa di desanya.

"Seisi rumah milik Yana habis tidak tersisa, termasuk jendela pintu rumah juga dilepas oleh warga," ungkapnya.

Kapolsek SP Padang OKI AKP Ananda Usman menuturkan, sebelum ada kemulut ini, pihaknya telah mengingatkan warganya untuk tidak terpancing akan adanya modus penggandaan uang.

Baca: FKPM Lengkapi Rumah Aspirasi Kamtibnas Polres OKU, Tempat Musyawarah Polisi & Masyarakat

"Sudah berulang kali diingatkan. Tetapi warga tetap mempercayainya hingga terjadi seperti ini," tegas Kapolsek Ananda.

Terkait aktifitas selama 3 bulan ini, pihaknya memang belum melakukan tindakan terhadap pelaku Yana, karena belum ada laporan yang masuk ke Polsek.

Baca: Palembang Selalu di Hati, Cerita Kenangan Manis Kontingen Malaysia di Asian Games 2018

Hanya saja, peringatan dan larangan untuk tidak mempercayai modus penggandaan uang sudah disampaikan baik melalui jamaah masjid juga melalui desa.

"Warga berulangkali disampaikan untuk tidak percaya. Mengenai berapa jumlah warga yang ikut menginvestasikan uangnya, saya belum tahu," tandasnya. 

Penulis: Mat Bodok
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved