Berita Palembang

Keluarga Terdakwa Pembunuhan Cika Salon berteriak Histeris tidak Terima Putusan Hakim

Mendengarkan putusan majelis hakim yang dianggap tak adil, keluarga terdakwa Hardian, berteriak histeris di ruang sidang.

Keluarga Terdakwa Pembunuhan Cika Salon berteriak Histeris tidak Terima Putusan Hakim
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Sejumlah keluarga terdakwa Hadian yang berteriak histeris meminta keadilan kepada majelis hakim seusai sidang putusan di PN Klas I Palembang, Selasa (28/8/2018) 

Laporan wartawan sripoku.com, Welly Hadinata

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Mendengarkan putusan vonis majelis hakim yang dianggap tak adil, sejumlah keluarga terdakwa Hardian, berteriak histeris di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Klas I Palembang, Selasa (28/8/2018).

Pihak keluarga terdakwa, tak terima atas putusan majelis hakim yang dipimpin Hakim Ketua Sunggul Simanjuntak SH.

Dalam putusan majelis hakim, terdakwa Hardian divonis dengan hukuman pidana kurungan penjara selama 13 tahun.

Tampak sejumlah pihak keluarga berteriak meminta keadilan kepada majelis hakim. "Ini tidak adil pak hakim," teriak salah satu pihak keluarga di dalam ruang sidang.

Petugas keamanan dan jaksa Kejari Palembang pun langsung mengamankan situasi, guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan terjadi.

Majelis hakim pun menutup sidang dan menerima upaya hukum yang akan dilakukan penasehat hukum terdakwa.

Sementara terdakwa Hardian, tampak pasrah dengan kondisi melihat pihak keluarganya yang tak menerima putusan majelis hakim.

Terdakwa Hardian merupakan pelaku kasus pembunuhan terhadap Aldi alias Badik alias Cika Salon di Maskarebet Sukarami Palembang.

Wawan SH selaku penasehat hukum terdakwa langsung menyatakan banding dan keberatan atas putusan terhadap klienya dianggap keliru.

Baca: Photo Booth Presiden Joko Widodo di Area Bandara SMB II Palembang Jadi Favorit Wisatawan

Halaman
12
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help