Berita Palembang

Cerita Tukang Becak Gratis Khusus Asian Games, Pakai Bahasa Isyarat hingga Digilir Per Hari

Salah satu tukang becak Asian Games, Susilo mengungkapkan, mereka tidak bisa melayani penumpang hingga ke venue pertandingan

Cerita Tukang Becak Gratis Khusus Asian Games, Pakai Bahasa Isyarat hingga Digilir Per Hari
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Puluhan Becak Grab gratis disediakan sebagai angkutan gratis menuju Komplek JSC Palembang. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan RIangga

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Selain dhuttle bus dan golf car, Panitia pengelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) Inasgoc di Palembang menyediakan becak sebagai transportasi untuk memperlancar mobilitas para atlet, official, media, dan juga bagi mereka yang punya ID Card khusus Asian Games.

Namun, operasional becak yang ada di kawasan Dekranasda, lebih tepatnya di Main Press Center hanya bisa mengantarkan penumpangnya hingga ke depan pintu gerbang kompleks Jakabaring Sport City (JSC) Palembang.

Baca: Ini Kejutan yang Disiapkan Ahmad Dhani saat Istri dan Anaknya Ulang Tahun di Hari yang Sama

Salah satu tukang becak Asian Games, Susilo mengungkapkan, mereka tidak bisa melayani penumpang hingga ke venue pertandingan di dalam kompleks Jakabaring Sport City, lantaran di area kompleks Jakabaring Sport City, panitia penyelenggara sudah menyiapkan shuttle bus dan golf car, baik untuk atlet dan offisial, media, hingga masyarakat umum.

“Kami di sini setiap hari sejak pembukaan Asian Games. Tempat kami memang disini (kawasan Dekranasda) dan hanya bisa melayani atlet dan official termasuk media yang punya Id card Asian Games,” ujar Susilo, Jumat (24/8/2018).

Baca: Ini Kejutan yang Disiapkan Ahmad Dhani saat Istri dan Anaknya Ulang Tahun di Hari yang Sama

Becak yang ngetem di Dekranasda dihiasi dengan stiker dan poster Asian Games dan didominasi dengan warna putih. Tukang becak ini sudah mulai standby dari pukul 7.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Menurut Susilo, menjadi moda transportasi alternatif di seputaran kawasan Jakabaring Sport Coty ternyata tidak cukup sulit bagi mereka.

Namun para tukang becak hanya terkendala masalah bahasa asing dengan para atlet yang akan menumpangi becaknya.

Baca: Semua Produk Unilever di Hypermart Berikan Potongan Harga Spektakuler

“Saya tidak bisa dan tidak mengerti bahasa Inggris. Jadi cuma pakai tangan saja sebagai isyaratnya. Paling mereka minta antar ke depan gerbang,” katanya.

Dalam satu hari ini, kata Susilo, biasanya ia membawa hingga lima orang atlet dari rute Dekranasda menuju kedepan gerbang kompleks JSC dan mengenai biaya transportasi semuanya sudah ditanggung panitia.

Baca: Semua Produk Unilever di Hypermart Berikan Potongan Harga Spektakuler

Tukang becak lainnya, Kosri menambahkan, para tukang becak merasakan perlakuan berbeda dibandingkan saat berkontribusi dalam ajang Sea Games 2011 lalu, dimana tukang becak standby di depan kompleks JSC, namun kini posisi mereka cukup jauh di Dekranasda.

“Kalau saat Sea Games, kami standby di dalam gerbang, jadi bisa benar-benar melayani para atlet. Sekarang hanya di luar kawasan Asian Games, jadi agak sepi,” ungkapnya.

Baca: Sepaktakraw Ganda Putra Indonesia Harus Puas di Urutan Ketiga

Perbedaan lainnya yaitu masalah honor. Di Asian Games 2018, mereka hanya menerima upah sebesar Rp200.000 per hari, sedangkan di Sea Games bisa mengantongi Rp 250.000 per hari.

Di Asian Games, mereka juga hanya dapat jatah satu hari untuk melayani penumpang secara bergantian. Keesokan harinya, harus bergantian dengan tukang becak lainnya.

Baca: Gratis Youtube dan Sosmed Setahun Penuh dan Berbagai Bonus Lainnya, Cukup Beli HP Ini

“Ada 700 tukang becak di Palembang, tapi yang diajak hanya 50 orang saja. Jadi kami dapat jatah satu hari saja per orang. Becak Asian Games ini stand by di beberapa lokasi, salah satunya di OPI Mall. Namun dengan ini kami tetap bersyukur karena bisa terlibat dalam event empat tahunan ini,” ujarnya.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved