Berita Ogan Ilir

Ogan Ilir Jadi Alternatif Suplai Pangan Beras Nasional

Banyaknya daerah yang kekeringan terutama yang berada di Pulau Jawa sehingga mengakibatkan terancamnya ketahanan pangan.

Ogan Ilir Jadi Alternatif Suplai Pangan Beras Nasional
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemda Kabupaten Ogan Ilir H Hasnandar bersama Seketaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kementerian Pertanian Dr Andriko Noto Susanto SP MP melakukan tanam padi perdana diatas lahan lebak yang berada di kawasan Desa Lorok Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Beri Supriyadi

SRIPOKU.COM, INDRALAYA-- Banyaknya daerah yang kekeringan terutama yang berada di Pulau Jawa sehingga mengakibatkan terancamnya ketahanan pangan.

Dimana Pulau Jawa yang paling banyak menyuplai beras membuat pemerintah pusat menunjuk wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) khususnya di Kabupaten Ogan Ilir (OI) dan Ogan Komering Ilir (OI) menjadi daerah alternatif penyuplai pangan beras ini.

Mengingat dua Kabupaten Ogan ini, memiliki lahan lebak yang luas untuk dijadikan percobaan penanaman padi. Untuk itu, Selasa (21/8), pemerintah pusat melalui Seketaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kementerian Pertanian Dr Andriko Noto Susanto SP MP, didampingi Kasi Pertanian Dinas Pertanian Provinsi Ilfantria dan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemkab OI H Hasnandar melakukan penanaman perdana dengan menabur bibit padi di Desa Lorok di atas luas lahan satu hektar lebih.

"Pemerintah sekarang lagi konsen mengenai pangan ini, kita tahu bulan Juni, Agustus dan September adalah musim kemarau, petani pancakling. Jadi, program kita tanam satu juta hektar, kalau tidak tanam, pangan kita terancam," tutur Seketaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kementerian Pertanian Dr Andriko Noto Susanto SP MP.

Baca: Mesin ATM Diganjal Tusuk Gigi, Polres Ogan Ilir Bongkar Sindikat Penguras ATM Lintas Provinsi

Baca: Jangan Terlalu Sering Tidur Di Meja Jika Tak Mau Terkena Penyakit Mematikan Seperti Perempuan ini

Untuk itu, pihaknya beralih tanam ke lahan lebak dan Sumsel memiliki potensi yang luas, karena itu kita kelola.

"Disini tanahnya masih basah, persediaan air masih cukup memadai, peralatan yang dimiliki petani pun lengkap. Jadi kita harapkan semua kita maksimalkan untuk dijadikan dasar pengelolaan," ungkapnya.

Ia menjelaskan, Sumsel ada lima Kabupaten lahan lebak yang luas yang menjadi sasaran pihaknya untuk dikelola seperti Musi Banyuasin, Banyuasin, OKU Timur, OI dan OKI.

"Penilaian kita lahan lebak yang cukup bagus ya di Kabupaten OI dan OKI," ujarnya. Untuk melakukan penanaman padi dilahan lebak seluas 48 ribu hektar, pihaknya membantu bibit padi sebanyak 100 kilo per hektar dan pupuk urea 50-100 kilo per hektar.

"Kita lakukan penanaman saat ini, prediksi enam bulan kedepan baru panen, dan kita harap penanam padi ini juga bisa melakukan panen dua kali dalam satu tahun," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, H Hasnandar mengaku, bahwa pihaknya akan memanfaatkan lahan semaksimal mungkin untuk melakukan proses penanaman padi.

"Dengan adanya masa tanam ini, diharapkan perekonomian petani bisa meningkat, dan Kabupaten Ogan Ilir menjadi daerah penyumbang beras terbanyak. Sebenarnya, untuk penanaman saat ini sudah 51 hektar. Catat, dalam program ini, hanya Payaraman yang tidak ikut, karena mereka tidak minta," tukasnya.(*)

Penulis: Beri Supriyadi
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved