News Video Sripo

Waspada! Cuaca Ekstrem Selimuti Kota Palembang, BMKG Perkirakan Suhu Cuaca Naik 34,3 Derajat Celcius

Menurut Agus Santosa kepala BMKG kota Palembang angin bergerak dari timur ke tenggara dengan kecepatan 7 knot kemudian suhu cuaca di palembang

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmad Zilhakim

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Beberapa cabang olahraga (Cabor) Asian Games 2018 sudah memulai pertandingan di venue Komplek Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Minggu (21/08/2018)

Cuaca ekstrem menyelimuti Kota Palembang dengan suhu panas hingga mencapai 34 derajat celcius dapat membahayakan kondisi atlet peserta yang bertanding.

Menurut Agus Santosa kepala BMKG kota Palembang angin bergerak dari timur ke tenggara dengan kecepatan 7 knot kemudian suhu cuaca di palembang beberapa hari kedepan diperkirakan 25 sampai 34,3 derajat celcius.

Suhu panas mencapai 34 derajat celcius ini masih masuk dalam kategori normal untuk wilayah khususnya asia tenggara.

Sedangkan standar kota Palembang dengan suhu seperti demikian masih terbilang normal pasalnya pada tahun 2015 lalu suhu panas di bumi sriwijaya ini pernah mencapai 35,4 derajat celcius.

Untuk itu, para atlet yang bertanding serta warga khususnya di kota pempek ini diminta mewaspadai kondisi tersebut.

"Masyarakat juga kita minta menjaga kondisi tubuh dengan cuaca panas diluar ruangan, agar mencegah serta perbanyak mengkonsumsi air putih," jelasnya.

Sementara, ARF Chair of Sport Medicine Committee, Hiura Mikio mengatakan, dari pengalaman beberapa pertandingan ajang Asian Games seperti pada Cabor Dayung, setiap harinya pasti ada atlet yang pingsan karena pengaruh cuaca yang ekstrem.

"Biasanya ada 5-6 orang atlet yang pingsan, tim dokter harus siaga melihat gejala pada tiap atlet. Mengingat, kondisi atlet melemah dilihat dari gejala keram, sakit kepala dan haus berlebihan. Tim dokter harus cepat melakukan evakuasi agar mengurangi penurunan kondisi jasmani para atlet," ujarnya. 

Ia mengatakan, cabor dayung menggunakan alat Wet Bulb Globe Temperature (WBGT). Alat ini merupakan teknologi mutakhir dan sangat membantu untuk mengukur kelembaban, arah angin, temperatur dan lain sebagainya.

“Pastinya alat ini sangat membantu penyelenggaraan Asian Games disini. Sebab kalau temperatur terlalu panas pertandingan bisa ditunda karena berisiko untuk kondisi atlet," jelasnya.

Penulis: Rahmad Zilhakim
Editor: Igun Bagus Saputra
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help