Berita Pagaralam

Abaikan Himbauan Pemkot dan Polres, Pendaki Tetap Nekat. Akibatnya 3 Orang Terpaksa Dievakuasi

ada tiga pendaki yang dievakuasi tim SAR akibat mengalami hipotermia saat berada di Puncak Gunung Dempo Kota Pagaralam Sumsel.

Abaikan Himbauan Pemkot dan Polres, Pendaki Tetap Nekat. Akibatnya 3 Orang Terpaksa Dievakuasi
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Pendaki Tetap Naik Puncak dan Abaikan Himbauan Pemkot dan Polres Pagaralam 

Laporan wartawan sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) menjadi salah satu momen tahunan yang dimanfaatkan para pecinta alam baik dari Kota Pagaralam dan luar Pagaralam untuk merayakannya di Puncal Gunung Dempo.

Namun tahun ini seharusnya kegiatan pendakian ke puncak Gunung Dempo tidak diperbolehlan baik oleh Pemerintah Kota (Pemkot) dan Polres Pagaralam. Pasalnya saat ini status Gunung Api Dempo (GAD) masih berada di level II atau Waspada.

Namun sayangnya himbaun dari Polres dan Pemkot tersebut tidak diindahkan oleh oknum pecinta alam atau pendaki.

Pasalnya sejak Jumat (17/8/2018) lalu masih banyak pendaki yang nekad mendaki Gunung Dempo. Hal ini terbukti dengan ada tiga pendaki yang dievakuasi tim SAR akibat mengalami hipotermia saat berada di Puncak Dempo.

Menanggapi hal ini, Kapolres Pagaralam AKBP Dwi Hartono SIk MH mengatakan, sangat menyayangkan masih banyaknya oknum pendaki yang tidak mengindahkan himbauan dari Polres tentang larangan melakukan pendakian tersebut.

"Para pendaki sudah diperingatkan dan dicegah semampu kita. Namun mereka tetap mendaki dan tidak mengindahkan himbauan kita. Jadi mereka mengambil resiko sendiri," ujarnya.

Sementara Anggota Pos Pemantau GAD Kota Pagaralam, Mulyadi membenarkan jika banyak pendaki jelang 17 Agustus yang mendaki ke puncak Dempo. Hal ini terlihat dari banyaknya yang meminta izin mendaki ke Pos Pemantau GAD.

"Banyak pendaki yang minta izin kesini dan tidak saya berikan izin. Bahkan saya sempat menjelaskan bahaya yang kapan saja bisa terjadi di puncak dengan kondisi GAD yang masih berstatus Waspada seperti saat ini," jelasnya.

Namun sepertinya masih ada oknum yang tetap nekad mendaki meskipun tidak diizinkan.

"Banyaknya pendaki yang naik puncak terekam di alat Siesmogram. Terekam bangak getaran kecil diatas puncak metapi Dempo. Hal ini membuktikan bahwa banyak pendaki disana," katanya.

Anggota Pecinta Alam Wigwam Palembang, Trisman menjelaskan, saat ini memang kondisi cuaca di puncak Dempo sedang ekstrem. Biasanya di bulan Juli sampai September suhu di puncak Dempo bisa mencapai 4° celcius.

"Jadi memang sangat ekstrem cuaca disana. Ditambah memang status GAD yang waspada menambah lebih banyak resiko jika ada pendaki yang tetap nekad mendaki," jelasnya.(one)

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved