Resmi Terbentuk, Sriwijaya Cycling Team Sumsel Ajak Wong Kito Ramai-ramai Bersepeda

Usia 40 tahun ke atas membuat anggota SCT memilih bersepeda sebagai olahraga rutin. Lewat SCT, olahraga tersebut terasa makin menyenangkan.

Resmi Terbentuk, Sriwijaya Cycling Team Sumsel Ajak Wong Kito Ramai-ramai Bersepeda
sripoku.com/refly
Komunitas Sriwijaya Cycling Team ketika pose bersama. 

Laporan wartwan sripoku.com, Refly Permana

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Usia 40 tahunan tidak membuat sejumlah pria yang bergabung di Sriwijaya Cycling Team (SCT) melupakan pentingnya olahraga.

Ketua SCT Sumsel, Budi Azhari, mengatakan di usia 50 tahun ke atas rasanya tidak kuat lagi jika berolahraga sepak bola, futsal, dan sejenisnya. Bersepeda pun menjadi solusi olahraga yang bisa dilakukan karena terkesan santai namun tetap sama-sama bisa menyehatkan tubuh dan menyegarkan pikiran.

Selain itu, bersepeda juga menyenangkan.

"Tidak bisa setiap hari, minimal Sabtu atau Minggu dapat bersepeda itu sudah sangat positif, apalagi pekerja lapangan, sudah sangat baik jika bersepeda dan terpenting ini untuk kesehatan diri sendiri," kata Budi, Sabtu (18/8/2018).

Mengenai SCT, jelas Budi, resmi terbentuk bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI yang ke 73. Berawal dari beberapa anggota yang sering nongkrong dan sama-sama senang berolahraga sepeda sehingga sepakat membentuk komuntias ini.

Komunitas sepeda balap ini berharap masyarakat kota Palembang juga tertarik untuk bersepeda saat beraktivitas sehari-hari.

"Kita sengaja membentuk komunitas ini, sebagai bentuk kembali menggelorakan semangat berolahraga, apalagi saat ini kondisi perkotaan sudah sangat padat kendaraan. Paling tidak dapat mengurangi kepadatan kendaraan saat ini," kata Budi.

SCT mendapat dukungan dari berbagai pihak yang sependapat sudah saatnya bersepeda digelorakan di kota pempek. Ice & Bean Kenten yang mensponsori komunitas ini dan ada pula support dari Kenten Park View.

Owner Kenten Park View, Novrizal Handoko, berharap komunitas ini bisa memberikan energi positif untuk mengajak masyarakat untuk menggemari sepeda. Dampak positifnya tidak hanya terhadap kesehatan pribadi, namun juga terhadap lingkungan.

"Semakin banyak masyarakat menyukai sepeda semakin sehat juga lingkungan kita, karena siapa lagi yang mau peduli dengan lingkungan kalau bukan diri kita sendiri," kata Novrizal.

Penulis: Refli Permana
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help