Asian Games 2018

Hadapi China Taipei, Timnas Sepakbola Wanita Indonesia Lupakan Euphoria Kemenangan

Satia berujar, pola serangan dengan menarik pemainnya sampai setengah lapangan diprediksi lebih manjur saat menghadapi China Taipei nanti.

Hadapi China Taipei, Timnas Sepakbola Wanita Indonesia Lupakan Euphoria Kemenangan
Istimewa/Inasgoc
Pesepakbola wanita Indonesia Muzdalifah Zahra (kiri) melakukan selebrasi bersama rekan satu timnya ketika berhasil mencetak gol ke gawang Maldives (Maladewa) pada pertandingan penyisihan grup A sepakbola wanita Asian Games 2018 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (16/8) 

Laporan wartawan sripoku.com, RM Resha

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Berhasil mendulang poin penuh atas Timnas Sepakbola Wanita Maladewa, Kamis (16/8/2018) lalu, bukan berarti langkah Timnas Sepakbola Wanita Indonesia usai.

Mereka masih harus melewati dua kali laga lagi, untuk memastikan diri menuju babak selanjutnya di partai penyisihan grup A Asian Games 2018.

Terdekat, mereka akan menghadapi China Taipei di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang Minggu (19/8/2018).

Tampil dihadapan publik sendiri, menjadi beban bagi mereka untuk melanjutkan tren positif yang telah dibuka di partai perdana penyisihan lalu.

Menurut Pelatih Timnas Sepakbola Wanita Indonesia Satia Bagja Ijatna, kali ini anak asuhnya tak bisa memberikan perlawanan agresif dari menit-menit pertama, sama seperti menghadapi Maladewa beberapa waktu lalu.

Dimana pada saat itu, mereka memilih pressing dengan agresif agar permainan lawan tidak berkembang dari awal.

“Jadi sudah kita siapkan pertandingan untuk yang kita hadapi nanti,” ujarnya saat dikonfirmasi Jumat (17/8/2018).

Satia berujar, pola serangan dengan menarik pemainnya sampai setengah lapangan diprediksi lebih manjur saat menghadapi China Taipei nanti.

Seluruh pemain akan ditarik ke setengah lapangan bawah, baru kemudian melakukan penetrasi dengan memanfaatkan serangan balik di tengah kelengahan tim yang terlanjur masuk ke wilayah pertahanan Zahra cs.

“Saya piker China Taipei adalah tim yang bagus. Mungkin strategi saya nanti dengan retreat untuk setengah lapangan, dan memanfaatkan counter attack,” ujarnya lagi.

Jarak waktu yang cukup sempit membuat ia sedikit terdesak dikejar masa persiapan untuk mengarungi kompetisi selanjutnya.

Hal itu membuat ia harus sedikit putar otak agar performa pemain tetap fit dalam menghadapi tim lawan nanti.

Apalagi, lawan kali ini cukup jauh melihat hitungan peringkat FIFA. Berdasarkan peringkat dari Federasi Sepakbola Dunia itu, China Taipei berada di urutan ke-42. Berbeda dengan Indonesia yang bertengger di peringkat ke-77.

“Jadi, sudah kita siapkan untuk pertandingan yang kita hadapi nantinya,” jelasnya. (mg5)

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved