Kisah Presiden Soekarno, Kurang Tidur dan Kena Malaria saat Menulis Teks Proklamasi Indonesia

Soekarno sempat menemui penguasa Jepang di Indonesia (Jakarta), Laksamana Maeda untuk meminta pendapat.

Kisah Presiden Soekarno, Kurang Tidur dan Kena Malaria saat Menulis Teks Proklamasi Indonesia
IST
Alex Mendur, Frans Mendur, dan Soekarno. 

Satu malam menjelang 17 Agustus 1945, semua surat disebarkan dan berita dari surat juga disebarkan melalui mulut ke mulut, melalui telepon, dari rumah ke rumah, dan lainnya.

Esok harinya di depan rumah Bung Karno, Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta, ratusan orang telah berkumpul dengan membawa beragam senjata untuk bersiap menghadapi pasukan Jepang yang diperkirakan akan menghalangi upacara Proklamasi Kemerdekaan.

Sekitar 170 prajurit PETA bersenjata lengkap hasil rampasan dari pasukan Jepang juga telah hadir dan bersiap menghadapi pasukan Jepang dari arah belakang.

Ketika Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan oleh Bung Karno dan Bung Hatta tepat pukul 10.00 menggunakan pengeras suara rampasan Jepang, rakyat yang hadir berkat surat-surat yang disebarkan Bung Karno ternyata berjumlah lebih dari 500 orang.

Semua warga yang hadir bahkan sudah bersumpah untuk siap sedia mempertahankan kemerdekaan yang baru dikumandangkan dengan mengorbankan seluruh jiwa raganya.

Soekarno.
Soekarno. ()

(Dilansir dari Intisari yang bersumber dari Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, Cindy Adams, Media Pressindo, 2014)

===

Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved