Berita Palembang

Disuruh Tebus Motor Gadai, Pria di Palembang Ini Malah Larikan Motor & Uangnya Dihabiskan

Berdalih sedang membutuhkan uang guna kebutuhan sehari-hari, Budi (32), mengabaikan kepercayaan yang diberikan tetanggannya.

Disuruh Tebus Motor Gadai, Pria di Palembang Ini Malah Larikan Motor & Uangnya Dihabiskan
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Budi (32), tersangka kasus penggelapan sepeda motor yang tertunduk lesu ketika rilis perkara di Mapolsek IT II Palembang, Selasa (14/8/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Welly Hadinata

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Berdalih sedang membutuhkan uang guna kebutuhan sehari-hari, Budi (32), mengabaikan kepercayaan yang diberikan tetanggannya.

Budi nekat melakukan tindak pidana penggelapan sepeda motor milik tetangganya.

Akibatnya Budi pun diamankan petugas dan kini meringkuk di sel penjara Mapolsek IT II Palembang, Selasa (14/8/2018).

Baca: Siapkan 87 Tenant Souvenir & Kuliner di Komplek JSC. Ada 5 Rumah Ibadah Juga

"Selama ini aku tidak lari kemana-mana dan hanya di rumah saja. Memang uang tebusan sepeda motor itu aku pakai untuk keperluan sehari-hari, karena aku lagi tidak ada duit," ujar Budi yang tercatat sebagai warga Jalan Bendungan Kelurahan 9 Ilir Kecamatan IT II Palembang.

Dari pemeriksaan petugas, tersangka Budi telah menggelapkan sepeda motor dan uang tebusan gadai milik tetangganya.

Ketika itu, Budi diberikan kepercayaan oleh tetangganya untuk mengambil sepeda motor dan uang tebusan gadai.

Baca: Jamu Official Asian Games, Hotel di Palembang Siapkan Menu Internasional & Lokal

Namun Budi justru melarikan sepeda motor dan menghabiskan uang tebusan gadai.

Lantaran tak terima atas perbuatannya, Budi pun dilaporkan tetangganya ke Polsek IT II Palembang.

Kapolse IT II Palembang Kompol Milwani didampingi Kanit Reskrim Ipda Indra Novalezi mengatakan, tersangka diamankan atas kasus penggelapan.

Baca: Jamu Official Asian Games, Hotel di Palembang Siapkan Menu Internasional & Lokal

"Tersangka menyalahi kepercayaan korban tetangganya. Jadi uang tidak disetor motor korban tidak dikembalikan. Tindakannya itu melanggar pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman kurungan empat tahun penjara," ujar Milwani.

Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help