7 Novel Indonesia Terpopuler Sepanjang Sejarah, Karya Hamka Paling Diminati

Meski minat baca buku khusus litertasi maasih rendah, ternyata sejumlah novel karya penulis Indonesia justru banyak diminati di luar negeri

7 Novel Indonesia Terpopuler Sepanjang Sejarah, Karya Hamka Paling Diminati
ist
Laskar Pelangi - Andrea Hirata

7 Novel Indonesia Terpopuler Sepanjang Sejarah
Karya Hamka Paling Diminati
SRIPOKU.COM -- Meski minat baca buku --literasi di Indonesia masih tergolong memprihatinkan apalagi dengan semakin menjamurnya bacaan elektronik dengan menggunakan gadget, ternyata sejumlah noverl karya Indonesia justru banyak diminati di luar.

Namun di sisi lain, dunia Sastra Indonesia dengan segala macam komunitasnya semakin berkembang pesat tidak hanya di dalam, namun juga di luar Negeri.

Mau buktinya? Hal itu terlihat dengan banyaknya diterjemahkan sejumlah Novel Indonesia ke pelbagai Bahasa di Dunia sehingga menjadikan karya sastra anak Bangsa semakin dilirik oleh sejumlah mancanegara.

Seperti diviralkan Vebma.Com  ada beberapa Novel yang cukup diminati dimaksud.

7. Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk - Ahmad Tohari

ronggeng
ronggeng ()

Novel pertama dari Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk adalah Catatan Buat Emak.

Sedangkan, novel kedua berjudul Lintang Kemukus Dini Hari, dan novel ketiga berjudul Jantera Bianglala. Buku pertama dari trilogi ini dicetak mulai tahun 1982 di PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Setelah itu, novel - novel tersebut diadaptasi ke dalam 2 film berjudul Darah dan Mahkota Ronggeng (1983) dan Sang Penari (2011).

Karya-karya Ahmad Tohari telah diterbitkan dalam Bahasa Jepang, Tionghoa, Belanda dan Jerman. Pada tahun 1995 Ahmad Tohari menerima Hadiah Sastra Asean, SEA Write Award. Kemudian sekitar tahun 2007 Ahmad Tohari menerima Hadiah Sastra Rancage.

Novel Ronggeng Dukuh Paruk merupakan rekaman kehidupan dan adat kebiasaan masyarakat Dukuh Paruk. Dukuh Paruk, dalam cerita itu adalah sebuah desa yang terpencil di Jawa, sangat miskin, dan terbelakang, baik kehidupan ekonomi, budaya, maupun pendidikannya.

Halaman
1234
Penulis: Salman Rasyidin
Editor: Salman Rasyidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help