News Video Sripo

LRT Sumsel Evaluasi Besar-besaran Pasca Mogok Beruntun, Siapkan Posko Terpadu

Mogoknya Light Rail Transit (LRT) tiga kali secara beruntun mendapat perhatian serius Kementerian Perhubungan.

Laporan Wartawan Sripoku.com, Rahmad Zilhakim

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Mogoknya Light Rail Transit (LRT) tiga kali secara beruntun mendapat perhatian serius Kementerian Perhubungan. Pihaknya mengaku segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional kereta ringan tersebut.

Direktur Jenderal Perkeretapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri mengatakan pemerintah kembali menyatakan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat pengguna LRT Sumsel atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan pada saat pengoperasian LRT Sumsel, Minggu (12/8/2018).

"Kami akan segera mengevaluasi secara keseluruhan operasional LRT Sumsel, terkait permasalahan yang terjadi berulang ini," ujarnya.

Ia membeberkan, evaluasi ini diharapkan dapat memberikan solusi terhadap perbaikan kinerja operasional LRT secara keseluruhan yang berdampak pada peningkatan performa kinerja operasional LRT Sumsel terutama dalam rangka mendukung perhelatan akbar Asian Games ke-18.

Menurut Zulfikri, saat ini pihaknya tengah bekerja sama dengan pemangku kepentingan dalam mengadakan penyelidikan secara mendalam terkait kejadian tersebut.

Ia pun menegaskan masyarakat jangan takut untuk menaiki LRT dikarenakan pihaknya siap memberikan pelayanan terbaik, apabila terjadi gangguan pihaknya akan cepat tanggap melakukan penanganan.

Seperti diketahui, LRT Sumsel yang berangkat dari stasiun DJKA menuju Stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II berhenti secara mendadak di antara Stasiun Jakabaring dan Stasiun Polresta.

Sebagai bagian dari penanganan kejadian tersebut, dikarenakan kondisi yang tidak memungkinkan untuk evakuasi dengan sarana LRT berikutnya, SDM Perkeretaapian yang bertugas mengevakuasi penumpang dengan berjalan melalui jalur di samping rel atau "walkway" menuju Stasiun Jakabaring dan Stasiun Polresta.

"Dari penyelidikan awal ditemukan indikasi bahwa terjadi arus pendek atau "shortcircuit" pada sistem kelistrikan sarana LRT Sumsel," tegas dia.

Diakuinya, saat kejadian tersebut sistem kelistrikan antara Stasiun Jakabaring dan Stasiun Polresta dimatikan, sehingga operasional LRT Sumsel berhenti. Zulfikri juga berharap agar masyarakat bersabar dan tetap memberikan dukungan untuk LRT Sumsel ini yang merupakan hasil karya putra-putri terbaik Indonesia, sehingga LRT ini tetap menjadi kebanggaan bersama.

"Pemerintah masih menyelidiki secara mendalam, kami berjanji akan memperbaiki kekurangan LRT.
kami harap masyarakat bersabar," harapnya.

PPK LRT Sumsel, Suranto menambahkan untuk mengantisipasi kembali mogoknya LRT pihaknya bakal membangun posko terpadu di setiap stasiun yang terdiri dari PT Len, INKA, Waskita, PT KAI dan Dirjen Perkeretaapian.

Para petugas yang tergabung dalam posko tersebut bertugas dengan cepat tanggap apabila terjadi trouble dadakan. Kendati demikian ia tak bisa menjamin secara pasti jika kembali terjadi mogoknya LRT.

"Yang jelas untuk mencegah mogok kita bangun posko terpadu untuk cek sistem, persinyalan dan lain-lain. Karena ini LRT pertama di Indonesia jadi kita terus lakukan evaluasi tiap hari," ungkap dia.

Penulis: Rahmad Zilhakim
Editor: Igun Bagus Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved