Berita Empatlawang

Guru Ngaji Pengidap Kanker di Empatlawang Ini Butuh Uluran Tangan Pembaca

Sriyati (49) warga Desa Muarabetung Kecamatan Sikapdalam Kabupaten Empatlawang hanya berbaring setelah kanker payudara mengerogotinya.

Guru Ngaji Pengidap Kanker di Empatlawang Ini Butuh Uluran Tangan Pembaca
SRIPOKU.COM/AWIJAYA
Sriyati (49) warga Desa Muarabetung Kecamatan Sikapdalam Kabupaten Empatlawang hanya bisa berbaring lemah karena mengidap kanker payudara. Ia berharap uluran tangan dari pembaca untuk ongkos berobat ke Rumah Sakit di Palembang. 

Laporan wartawan sripoku.com, Awijaya

SRIPOKU. COM, EMPATLAWANG - Sriyati (49) warga Desa Muarabetung Kecamatan Sikapdalam Kabupaten Empatlawang hanya bisa berbaring lemah setelah kanker payudara mengerogotinya. 

Kondisi sakit yang dideritanya kini membuat Sriyati hanya bisa beraktifitas di rumah saja. 

Untuk berobat Sriyati yang merupakan guru ngaji di kampungnya ini kesulitan. Karena suaminya yakni Sriyono (59) mengandalkan hasil berkebun yang ala kadarnya.

Ketika wartawan berkunjung ke kediamanya, didalam rumah sederhananya ia duduk diatas kasur, 
badannya nampak lemah,  namun semangatnya untuk sembuh masih terlihat.  

Sriyati didampingi suaminya Sriyono (59) mengatakan awalnya kanker dideritanya hanyalah benjolan kecil iapun pernah berkonsultasi ke bidan desa menanyakan perihal penyakitnya.

Tidak itu saja berobat ke puskesmas terdekat, saat itu diberi surat rujukan ke rumah sakit Tebingtinggi Empatlawang,  ketika berobat dirujuk kembali ke rumah sakit di Linggau dan kembali disarankan berobat ke Palembang karena sakit yang ia derita saat ini sudah parah.

Sriyono menuturkan pada mulanya ia tidak menggira kalau benjolan yang dikeluhkan itu adalah kanker sehingga pengobatan mengandalkan dengan  alternatif. 

Saat ini kondisinya semakin parah dan butuh pertolongan cepat dari dermawan. 

Menurutnya untuk membawa istrinya berobat ke Palembang bukanlah perkara mudah sebab untuk makan sehari – hari saja mereka kerap kesulitan, apalagi untuk ongkos dan biaya selama berada di kota rasanya tidak mungkin. 

” walau pun biaya pengobatan istri saya dirumah sakit tidak bayar, namun ongkos dan biaya kebutuhan selama disana kami tidak punya. Saya cuma berkebun, istri saya ngajar ngaji, " katanya, Senin (13/8/2018).

Sementara itu Kepala Desa Muarabetung, Kausar membenarkan adanya warga desanya yang merupakan seorang guru mengaji menderita penyakit kanker payudara. 

"Ibu Sriyati ini guru ngaji di rumahnya, ia dan suaminya bukanlah orang yang berharta, bahkan ia mengajar ngajipun tidak memungut biaya sedikitpun karena ikhlas," kata Kausar.  

Kapolres Empatlawang AKBP Agus Setyawan bersama ketua Bhayangkari Polres Empatlawang,  sempat mengunjungi kediaman ibu Sriyati mendengar adanya informasi tersebut,  untuk melihat langsung kondisi sakit yang diderita Sriyati sekaligus memberikan bantuan untuk pengobatan. 

Tidak itu saja, di sosial media kondisi ibu Sriyati sempat jadi perbicangan warga net, beberapa kalangan berusaha membantu semampunya dan mendoakan kesembuhan.   (cr27) 

Penulis: Awijaya
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved