Berita Muba

Tradisi Unik Bekarang di Muba, Wabup Muba Ajak Masyarakat Tangkap Ikan Saat Air Surut

Tradisi unik ketika air surut di Kabupaten Musi Banyuasin terutama di Kecamatan Batanghari Leko dilakukan dengan cara berbeda.

Tradisi Unik Bekarang di Muba, Wabup Muba Ajak Masyarakat Tangkap Ikan Saat Air Surut
SRIPOKU.COM/FAJERI RAMADHONI
Wakil Bupati Muba Beni Hernedi ketika melakukan tradisi bekarang di Desa Tanah Abang Kecamatang Batang Hari Leko 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU -- Tradisi unik ketika air surut di Kabupaten Musi Banyuasin terutama di Kecamatan Batanghari Leko dilakukan dengan cara berbeda.

Sejumlah masyarakat antuasias mencari ikan dengan menggunakan tangkul atau yang biasa disebut bekarang.

Baca: Jauh-jauh dari Palembang, jemaah haji Lihat Langsung Pemotongan Hewan Dam Nusuq

Dari pantauan dilapangan, Berbondong-bondong masyarakat dari Desa Tanah Abang turun langsung dalam acara bekarang di Desa Tanah abang, Kecamatan Batang Hari Leko tepatnya di Danau Siarak, Sabtu (11/8/18) Sejak pagi masyarakat sudah mempersiapkan tangkul yang merupakan jaring khusus untuk menangkap ikan yang terjebak ketika air surut.

Ya, tradisi bekerang merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Kabupaten Muba yang tidak dapat ditinggalkan sejak dulu.

Baca: Kenali Tanda-Tanda Torsi Ovarium, Penyakit Yang Menyerang Kaum Wanita Tanpa Kenal Usia

Tidak hanya itu saja, Wakil Bupati Muba Beni Hernedi bersama Kepala Dinas Perikanan, Camat Batang Hari Leko dan ratusan masyarakat turun langsung kedalam sungai.

"Bekarang merupakan tradisi masyarakat Muba yakni berupa aktivitas mencari ikan, tradisi ini dilakukan ketika air atau sungai surut. Banyak ikan yang diperoleh dari hasil bekarang ini, dan bisa dijadikan kebutuhan masyatakat untuk dikonsumsi bahkan dijual,"kata Wakil Bupati Muba, Beni Hernedi.

Baca: Wujudkan Kota Wisata Tanjungenim, PTBA Siap Bangun Pedesterian

Menurtnya, tidak hanya ditangkap untuk makan saja tetap tradisi ini menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat Muba tepatnya di Kecamatan Batang Hari Leko. Kegiatan  seperti inilah yang menjadi daya tarik, kalau bukan kita sebagai warga Muba, siapa lagi yang mau melestarikan tradisi. 

 “Tradisi masyarakat muba yang satu ini harus terus dilestarikan dan bukan tidak mungkin menjadi titik awal dalam peningkataan promosi potensi yang ada di Kabupaten Muba.  Banyak cara yang kita lakukan untuk memperkenalkan potensi Muba didaerah lain bahkan negara lain salah satunya dengan mempertahankan tradisi bekarang,”jelasnya.

Baca: PTBA akan Bangun Pedestrian di Kawasan Pasar Bawah dan Buah Tanjungenim Muaraenim

Sementara, Yanto, warga sekitar mengungkapkan bahwa dirinya telah mempersiapkan tangkul untuk menangkap ikan sejak kemarin.  “Kalau surut ikannya terjebak, nah disana kami menyiapkan tangkul. Seharusnya kegiatan ini menjadi daya wisata karena jarang terjadi di tempat lain,”ungkapnya. 

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help