Berita Pagaralam

Dianggap Batasi Hobi, Kicau Mania Pagaralam Tolak Permen No 20 Tahun 2018

Bahkan para penangkar dan pecinta burung di Pagaralam khawatir akan nasibnya bila memelihara burung dilindungi.

Dianggap Batasi Hobi, Kicau Mania Pagaralam Tolak Permen No 20 Tahun 2018
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Tampak para pecinta burung kicau di Pagaralam masih terus memgikuti perlombaan meskipun saat ini sedang ada Permen tentang larangan memelihara sejumlah jenis burung kicau, Minggu (12/8/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM -- Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 tahun 2018 tentang satwa dilindungi.

Saat ini menjadi pembahasan bagi para pecinta burung kicau di Indonesia umumnya dan di Pagaralam khususnya.

Baca: Tak Ingin Sering Digigit Nyamuk, Mulai Sekarang Kurangi 5 Jenis Makanan Yang Sering Dikonsumsi Ini

Betapa tidak para pecinta burung kicau di Pagaralam merasa dirugikan dengan adanya permen yang menyatakan bahwa sejumlah burung kicau diantaranya jenis Muraui Batu merupakan satwa yang dilindungi pasalnya populasinya terancam punah.

Informasi yang dihimpun sripoku.com, Minggu (12/8/2018) menyebutkan, para pecinta burung kicau mempertanyakan Permen tersebut.

Baca: Melawan Petugas Saat Kepergok Mencuri Motor, Pria di Palembang Ini Keok Ditembak

Pasalnya mereka khawatir permen tersebut akan membatasi hobi mereka.

Bahkan para penangkar dan pecinta burung di Pagaralam khawatir akan nasibnya bila memelihara burung dilindungi.

Salah satu penangkar burung kicau di Pagaralam, Soleh menegaskan pihaknya menolak keras Permen tersebut. Pasalnya sebagai penangkar burung kicau pihaknya merasa bukan menjadi oknum yang merusak populasi burung kicau namu melainkan mereka merasa melestarikan dengan mengembangbiakan burung tersebut.

Baca: Pasca Buka Aib Ahmad Dhani Lepaskan Maia Estianty, Ini yang Terjadi dengan Dul Jaelani Sekarang

"Kami akan ikut aksi protes atas Permen nomor 20 tersebut. Kita dukung aksi para pecinta burung kicau menolak permen tersebut," tegasnya.

Hal tersebut dilalukan para kicau mania di Pagaralam, pasalnya menurut mereka Permen tersebut akan merugikan para pecinta dan penangkar burung kicau di Indonesia.

Baca: Ini Link Live Streaming Trans7 MotoGP Austria 2018 Malam Ini. Siaran Langsung Sudah Berlangsung

"Jika setiap burung yang menetas hatus dilaporkan dan mempunyai surat izin, kita khawatir jika burung yang baru meletas itu mati padahal suratnya sudah diurus, hal ini otomatis akan merugikan kita," jelasnya.

Senada diungkapkan Fendri, Ketua Komunitas Kicau Warkop Pagaralam, dirinya menolak keras permen tersebut. Pasalnya para kicau mania ini bukan memperjual belikan burung tersebut namun ikut melestarikannya.

"Kami tidak mengambil burung ini dihutan, namun kita beli dipenangkaran. Jadi burung ini bukan burung liar namun burung hasil tangkaran. Jadi kami menolak keras permen tersebut," ujarnya.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved