Tumbuhkan Jiwa Sosial si Kecil Sejak Prasekolah, Simak Tips Berikut!

Berbagai kalangan turun tangan membantu meringankan beban dengan menjaring sumbangan. Tak terkecuali si kecil yang biasanya

Tumbuhkan Jiwa Sosial si Kecil Sejak Prasekolah, Simak Tips Berikut!
ISTIMEWA
Anak-anak saat memberikan bantuan 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Peristiwa bencana gempa di Lombok menyedot perhatian banyak pihak. Berbagai kalangan turun tangan membantu meringankan beban dengan menjaring sumbangan.

Tak terkecuali si kecil yang biasanya disarankan agar turut mendonasikan bantuan.

Psikolog Listya Istiningtyas mengatakan sebelum mengajak serta anak untuk memberikan bantuan terlebih dahulu para orang tua harus memberikan teladan. Hal ini penting sekali sebab anak adalah peniru ulung bagi beragam aktivitas yang terjadi di sekitarnya.

"Bagaimana anak bisa belajar tentang kepedulian jika tidak ada figur di sekitarnya yang mengajarkan akan hal tersebut. Kita tidak bisa juga berharap banyak pada anak-anak untuk menyumbang jika hal ini tidak dibiasakan sejak kecil," terangnya kepada Sripoku.com, Sabtu (11/08/2018).

Ketua Program Studi Psikologi Islam Fakultas Psikologi UIN Raden Fatah Palembang ini menjelaskan pula masa anak mulai peka dengan lingkungan dimulai ketika memasuki usia prasekolah yaitu pada usia 3-7 tahun. Pada masa tersebut anak baru mengenal aturan dan tata krama.

Sementara pada masa mulai usia sekolah 7-10 tahun, mereka mulai peka dengan tanggung jawab dan kepedulian di lingkungan sekitar.

"Orang tua harus selalu ingat bahwa untuk menumbuhkan kepedulian ini bukan hal instan, butuh waktu dan proses serta sesuai dengan perkembangan anak," tegasnya.

Baca:

Cerita Nur Asia, Wanita Cantik Istri Sandiaga Uno, 13 Tahun Pacaran & Malu-malu Sebut Nama Panggilan

10 Fakta Unik yang tak Bayak Diketahui Orang Tentang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia

Lalu bagaimana tips menumbuhkan jiwa sosial kepada buah hati? Mari kita simak penjelasan berikut ini!

• Pendampingan Anak

Dampingi anak ketika ada peristiwa yang membutuhkan kepedulian. Bisa ketika membaca buku cerita, menonton film, ataupun kejadian nyata seperti melihat pengemis dijalan.

Cari momen yang baik untuk menjelaskan tentang rasa empati, iba, kasihan, penderitaan, kesedihan dan lainnya.

Halaman
12
Penulis: Jati Purwanti
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved