Berita Palembang

Si Doel The Movie Film Lintas Generasi, Doel Galau Pilih Sarah atau Zaenab

“Aduh sialan, nih Si Doel anak Betawi asli, Kerjaannye sembahyang mengaji, Tapi jangan bikin die sakit hati”

Si Doel The Movie Film Lintas Generasi, Doel Galau Pilih Sarah atau Zaenab
Kolase TribunJakarta.com/Instagram Rano Karno
Si Doel The Movie 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wahyu Kurniawan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- “Aduh sialan, nih Si Doel anak Betawi asli, Kerjaannye sembahyang mengaji, Tapi jangan bikin die sakit hati” sepenggal lirik lagu dari film yang melegenda di tanah air ini.

Mengenakan baju  merah, Rano Karno dan Maudy Koesnaedi menyapa para penggemar film Si Doel The Movie.

Rano Karno, pria kelahiran Jakarta 8 Oktober 1960 itu rupanya sudah vakum dari dunia perfilman selama sepuluh tahun, ia banyak menghabiskan sebagai mentor dunia sinema. Ia yang juga merupakan penulis asli film Si Doel Anak Sekolahan, Si Doel Anak Pinggiran dan Si Doel The Movie.

Si Doel
Si Doel ()

“Ini film memang kita buat menjadi seolah cerita nyata dalam kehidupan, banyak yang diajarkan dari Si Doel anak sekolahan yang bisa diambil, mulai dari pendidikan dan realita kehidupan asil orang Betawi,” Jelas mantan Gubernur Banten itu, Sabtu (11/8/2018).

Pria yang sering di sapa Doel itu mengaku bahwa saat sinetron Si Doel Anak Sekolahan ia bermain bersama artis yang sangat luar biasa, ia kenal dengan Alm Benyamin sejak dia masih remaja dan kenal dengan Maknyak sudah dari kecil. Mereka pemeran film doel adalah keluarga saya.

“Sinetron Si Doel itu pemerannya hebat-hebat mereka terkadang melakukan improvisasi dalam adegan, dan banyolan mereka juga sangat natural, bayangin di sinetron itu ada tiga orang yang buta huruf yaitu pak Tile, Nyai Rodiah dan pak Bendot, tapi mereka sangat luar biasa bermain film walaupun buta huruf,”ujarnya,

Lanjutnya lagi, film ini memang lintas generasi banyak anak muda yang penasaran dengan film Doel, saya juga memasukkan suara pemain yang sudah tidak ada, tapi tetap mereka tidak kita gantikan perannya, film ini beralur seolah kisah nyata yang keseharian dialami oleh Doel.

“Banyak yang bertanya kenapa tidak diganti saja babe, mas karyo, dan enyak, saya sengaja tidak mengganti mereka karena ini alur memang benar-benar dibuat nyata dalam kehidupan, nanti kelak saya sudah tidak ada mungkin akan ada doel selanjutnya yang melanjutkan film ini,”jelasnya sedih.

Sementara itu, Maudy Koesnaedi yang sering di sapa Zaenab mengatakan 26 tahun lalu dia menjadi bagian dari keluarga Doel, hingga sampai Si Doel The Movie ini, saat menonton saja geram melihat dirinya yang sangat lemah lembut seolah tak berdaya dan berharap seutuhnya cintanya milik Doel seorang.

Baca:

Lama Menjanda, Reaksi Ayu Ting Ting Saat Ditanya Siap Menikah Lagi Buat Ivan Gunawan Sewot!

Meet and Greet di Palembang, Si Doel The Movie Sembilan Hari Satu Juta Penonton!

“Sampai-sampai banyak yang mengatakan saya pelakor di film ini, dan ada dua tim yang satu tim Sarah dan yang satunya tim Zaenab, Alhamdulillah berarti film ini berpengaruh bagi masyarakat yang menonton,”ujarnya.

Perempuan yang awet muda ini juga mengungkapkan bahwa Zaenab sudah menjadi bagian hidupnya, sejak ikut bermain di tahun 1994 ia sangat rindu kapan bisa main film lagi, sinetron Si Doel bukan sinetron yang lebay tapi menceritkan kehidupan asli orang betawi dan kegalauan Doel untuk memilih Zaenab atau Sarah.

“Bang Doel galau nya gak ada habis, bingung mau pilih aye atau si none belanda itu, gak nyangka memang benar anak-anak milenial juga menonton film ini, saat tayang Premier di Belanda penontonnya luar biasa juga,”jelasnya.(*)

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help