Berita Musirawas

Laksanakan Salat Gaib di Halaman Sekolah, MAN 1 Musirawas Peduli Korban Gempa di Lombok

MAN 1 Musi Rawas (MANSAMURA) melaksanakan sholat gaib untuk korban gempa Lombok. MANSAMURA merupakan sebagai satu-satunya

Laksanakan Salat Gaib di Halaman Sekolah, MAN 1 Musirawas Peduli Korban Gempa di Lombok
istimewa
MAN 1 Musi Rawas (MANSAMURA) sedang melaksanakan sholat gaib untuk korban gempa Lombok, Jum'at (10/08/2018). 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS-- MAN 1 Musi Rawas (MANSAMURA) melaksanakan sholat gaib untuk korban gempa Lombok. MANSAMURA merupakan sebagai satu-satunya madrasah negeri di Kabupaten Musi Rawas pada tahun pelajaran 2018/2019 mengelarkan berbagai program sifatnya rutin dan insidental (sewaktu-waktu).

Hari ini Jum'at (10/08) diadakan acara sholat dhuha bersama-sama yang sifatnya rutin di Lapangan madrasah. Acara ini dilakukan setelah tadarus pagi. Saat pagi siswa sudah berwudhu dan segera memadati lapangan.

Setelah melakukan tadarus kemudian saat siswa melakukan sholat dhuha. Lalu di duduk dengan melaksanakan sholat gaib untuk korban  gempa bumi di Lombok.

Usai sholat gaib dilanjutkan doa oleh salah satu guru MANSAMURA Sobri, S.Pd.I yang tujuannya mendoakan sesama muslim yang meninggal saat bencana gempa.

Suasana mengharu larit dalam bait-bait doa. Semua peserta sholat gaib penuh kekhusukan diminta untuk menyisihkan sebagian uangnnya secara ikhlas besarnya tidak ditentukan. Nanti dana yang terkumpulkan akan diberikan kepada korban gempa bumi lombok.

Baca:

Jadwal Pertandingan dan Harga Tiket Lengkap Pertandingan Cabor Polo Air Asian Games 2018

Diduga Kesetrum Listrik, Pedagang Pakaian di Lubuklinggau Ini Ditemukan Tewas di Kontrakannya

Menurut Kepala madrasah Buchari, S.Ag mengatakan bahwa lembaga pendidikan sudah seharusnya memfasilitasi siswanya untuk peka terhadap musibah atau bencana alam yang menimpa saudaranya, ujarnya

Hal tersebut diharapkan semua siswa kelak dapat menjadi manusia yang peduli terhadap saudaranya. Apa yang bisa dilakukan sebagai bentuk kepedulian seyogyanya dapat sendirinya muncul secara spontanitas sebagai bentuk kepedulian yang nyata. Apa yang bisa dilakukan, maka lakukanlah, terangnya.

Semoga anak didik kita kelak bisa menjadi pemimpin yang peduli terhadap saudaranya yang sedang terkena musibah. Sehingga jiwa sosial dapat mendarah daging dalam setiap aktivitas mereka saat di madrasah maupun kelak setelah mereka hidup bermasyarakat nanti, harapnya. (rel/siti hernika)

Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help