Karyawati Cantik Ini Dilamar Kakek 66 Tahun, Bosnya Sendiri dengan Mahar Rp 1 Miliar

Selain usia terpaut jauh, wanita tersebut dilamar sang pria dengan panaik yang jumlahnya cukup fantastis.

Karyawati Cantik Ini Dilamar Kakek 66 Tahun, Bosnya Sendiri dengan Mahar Rp 1 Miliar
FACEBOOK/HO
A Sulpaidah 

"Ada uang Rp 200 juta, mobil Honda CRV, 1 stel mas, dan 1 unit rumah diserahkan lengkap dengan surat-suratnya atas nama mempelai wanita," lanjutnya.

Mobil Honda CRV
Mobil Honda CRV (Abdi Tumanggor)
Surat-surat mobil, emas, dan rumah
Surat-surat mobil, emas, dan rumah (Abdi Tumanggor.)

Apa itu panaik?

Uang panaik adalah sebutan salah satu bagian dari proses pelamaran gadis Bugis-Makassar.

Uang panaik berupa uang yang harus disiapkan oleh calon suami untuk dipersembahkan kepada gadis yang akan dilamarnya.

Uang panaik harus ada.

Ini adalah tradisi yang sudah turun temurun.

Sebagai simbol keseriusan seorang lelaki untuk meminang sang wanita idaman.

Uang panaik ini juga biasa disebut sebagai uang pesta.

Mengajarkan para pemuda suku Bugis-Makassar untuk mapan terlebih dahulu baru berani untuk mengajak menikah anak gadis orang lain.

Baca: Banyak Temuan Hewan Kurban Tak Cukup Umur di Palembang

Besarnya uang panaik

Dikutip dari berbagai sumber, untuk zaman sekarang besarnya uang panaik untuk status sosial menengah ke bawah sebesar Rp 15 juta hingga Rp 50 juta.

Sedangkan untuk yang memiliki status sosial tinggi misalnya dia seorang bangsawan, orang kaya dan anak gadisnya memiliki pekerjaan yang mapan bisa mencapai Rp 100 juta sampai dengan Rp 500 juta. Bahkan bisa mencapai miliaran.

M Alwi Dg Makkello
M Alwi Dg Makkello (Tribunbone.com)

Ditentukan pendekatan

Jumlah uang panaik juga sangat ditentukan dengan pendekatan sang pemuda pada keluarga perempuan.

Hal itu adanya penilaian keluarga perempuan terhadap pemuda dan kemampuan negosiasi (pembicara).

Baca: Memori HP Penuh Karena Whatsapp, Ini Cara Mudah Mengatur Penyimpanan Gadget Agar Jadi Ringan

Jumlah uang pesta yang besarnya antara pantas dan tidak pantas (de na sitinaja) dan tidak wajar jika dibandingkan dengan harga rata- rata yang ada dengan status sosial, pendidikan, dan pekerjaan si perempuan.

Jika pihak keluarga laki-laki telah menyetujui, maka dibicarakanlah waktu untuk “mappenre dui”( mengantarkan uang pesta) sekaligus ”mappetu ada” (menentukan hari).

Baca: Berikut Beberapa Lagu Abadi yang Sudah Diputar Berkali-kali, Tak Kunjung Bosan

Jika pihak laki–laki tidak menyanggupi uang pesta yang diminta, maka bisa meminta waktu dan melakukan negosiasi di belakang layar dan kemudian mengulangi proses lamaran.

Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Kisah Karyawati Cantik Dilamar Bos Sendiri, Kakek 66 Tahun Ini Rela Beri Mahar Rp 1 Miliar

Editor: Sudarwan
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved