Pahlawan Kemerdekaan

Cita-Cita Pahlawan Kemerdekaan Antara Keinginan Dan Kenyataan

Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan

Cita-Cita Pahlawan Kemerdekaan Antara Keinginan Dan Kenyataan
ist
Drs. H.M. Daud Rusjdi AW

Cita-Cita Pahlawan Kemerdekaan Antara Keinginan Dan Kenyataan
Oleh : Drs. H.M. Daud Rusjdi AW
Dai Bid Tadwin/Pengurus Masjid Al Qodr
Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeailan, demikian bunyi Undang-Undang Dasar 1945.

Penjajahan memang merupakan perilaku yang sangat keji dan bertentangan dengan kemanusiaan dan keadilan.

Sebab, kaum atau bangsa yang terjajah akan terampas semua haknya, baik hak atas ekonominya, atas tanah dan tempat tinggalnya, hak atas kepemerintahannya, termasuk hak dalam menjalankan syari’at agamanya.

Mereka semua hidup dalam ketertindasan.

proklamasi
proklamasi (istimewa)

Gambaran penderitaan dan ketertindasan di masa penjajahan seperti itu dapat kita lihat pada apa yang telah terjadi dan dialami para pendahulu kita.

Mereka dirampas tanah dan tempat tinggalnya sendiri, dirampas harta bendanya, kaum wanitanya banyak yang dinodai kesuciannya dijadikan pemuas nafsu kaum penjajah, dipaksa kerja rodi bertahun-tahun untuk kepentingan mereka.

Sedangkan dari segi agama, mereka juga dibatasi untuk menjalankan syari'atnya, sehingga semuanya serba terbatas, kalau tidak boleh dikatakan semuanya terbatas sama sekali.

Perbuatan dan tingkah kaum penjajah memang benar-benar keluar dari batas perikemanusiaan dan perikeadilan. Mereka begitu kejamnya memperlakukan mereka-mereka yang dijajah.

Oleh sebab itu bagi bangsa Indonesia, penjajahan merupakan neraka dunia sehingga membuat semua rakyatnya menderita.

Terhadap kaum penjajah yang telah merampas hak dengan paksa itu, Islam mengizinkan kepada kaum yang tertindas dan terampas haknya ini untuk bergerak melawan mereka guna membela diri dan menuntut haknya kembali.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved