Berita Palembang

Banyak Temuan Hewan Kurban Tak Cukup Umur di Palembang

"Hasilnya, memang cukup banyak hewan yang dibawah umur. Sedangkan untuk penyakit, sampai hari ini belum ditemukan

Banyak Temuan Hewan Kurban Tak Cukup Umur di Palembang
SRIPOKU.COM/WAHYU KURNIAWAN

Penyakit yang dianggap cukup berbahaya, lanjut Safrizal yang menjadi fokus perhatian pihaknya adalah penyakit-penyakit menular hewan.

Seperti virus antraks atraks, bakteri penyakit cacing hati, cacing pita dan lainya. Penyakit inipun memang lebih besar pengawasanya pada hewan sapi.

Baca: Umur Panjang dan Hidup Akan Selalu Bahagia Jika Kita Lakukan 5 Kebiasaan Ini

Sedangkan untuk hewan kurban kambing atau domba, menurutnya yang sering terkontaminasi penyakit adalah penyakit menular kulit. Seperti jamur kulit, dan ini juga harus diwaspadai para pembeli hewan kurban.

"Sebenarnya untuk kambing atau sapi potensi penyakit hampir sama. Tetapi kenapa banyak fokus di sapi?. Karena untuk perdagangan sapi tidak hanya antar lokal. Tetapi sudah masuk antar daerah bahkan antar pulau," jelasnya.

Baca: Bukan Cuma Syahrini, Ivan Gunawan Juga Block Akun Instagram Sesama Artis, Alasannya Tak Main-main!

Hal ini diantisipasi, lantaran penyakit-penyakit ini bisa saja timbul karena penyakit bawaan dari daerah asal. Seperti Jogjakarta, Bogor, atau Solo yang dulunya hewan-hewan perternakan ini sempat banyak terkontiminasi virus penyakit hewan.

"Untuk pengawasan juga, kita tidak hanya sapai disitu saja. Tetapi sampai dangean pengawasan penanganan penyembelihan. Sesuai intruksi peraturan walikota tahun 56 tahun 2015, masalah penanganan hewan kurban," jelasnya.

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help