Tak Usah Diragukan Lagi, Jangkrik Terbukti Baik untuk Kesehatan Usus

Kini, tidak ada alasan lagi untuk menolak mengonsumsi jangkrik. Selain aman dikonsumsi, jangkrik juga baik untuk kesehatan usus.

Tak Usah Diragukan Lagi, Jangkrik Terbukti Baik untuk Kesehatan Usus
Foody.id
Jangkrik goreng. 

SRIPOKU.COM - Kini, tidak ada alasan lagi untuk menolak mengonsumsi jangkrik. Selain aman dikonsumsi, jangkrik juga baik untuk kesehatan usus.

Dalam temuan yang terbit di jurnal Scientific Reports, para ahli dari University of Wisconsin-Madison Nelson Institute for Environmental Studies menemukan bahwa jangkrik dapat meningkatkan bakteri usus yang baik untuk tubuh dan mengurangi risiko peradangan.

Berita Lainnya:
Siapa Sangka, Budidaya Jangkrik Menghasilkan Omzet Jutaan Rupiah, Pria ini Buktinya

Tak usah diragukan lagi, sebab para ahli telah melakukan uji klinis pada manusia.

"Ada banyak orang yang menaruh minat pada serangga yang bisa dimakan. Serangga memiliki daya tarik karena dapat dijadikan sebagai sumber protein ramah lingkungan yang berkelanjutan dibandingkan ternak tradisional," kata peneliti utama Valerie Stull dilansir IFL Science, Senin (6/8/2018).

Dalam laporannya, para ahli juga menemukan bahwa jangkrik mengandung serat berbeda dari yang biasa ditemukan di buah dan sayuran. Beberapa jenis jerat meningkatkan pertumbuhan bakteri baik seperti probiotik.

"Jangkrik tidak hanya aman dikonsumsi, tetapi juga dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri usus yang menguntungkan dan membantu mengurangi peradangan dalam tubuh," ujar Stull.

Dalam penelitiannya, Stull melibatkan 20 relawan berusia 18 sampai 48 tahun. Partisipan dibagi dalam dua kelompok.

Selama dua minggu, kelompok pertama diberi sarapan berupa kue muffin atau minuman shake yang sudah diberi campuran 25 gram bubuk jangkrik, sementara kelompok kedua diberi makanan normal tanpa kandungan jangkrik. Dua minggu berikutnya, kedua kelompok bertukar pola makan.

Baik sebelum dan sesudah sarapan, semua peserta diwawancarai. Ahli pun mengambil sampel darah dan tinja untuk mengamati berbagai perubahan kesehatan.

Halaman
12
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved