Berita Empatlawang

Rampas Handpone Milik Pelajar SMP, Bakti Mengaku untuk Ongkos Susul Istri ke Palembang

Setelah lama buron Bakti (30) warga Desa Kemangmanis Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Empatlawang akhirnya berhasil ditangkap

Rampas Handpone Milik Pelajar SMP,  Bakti Mengaku untuk Ongkos Susul Istri ke Palembang
KOLASE SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Tersangka Bakti (30) dengan kaki diperban, warga Kemangmanis Kecamatan Tebingtinggi saat di Polsek Tebingtinggi, Rabu (8/8/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Andi Wijaya

SRIPOKU. COM, EMPATLAWANG-- Setelah lama buron Bakti (30) warga Desa Kemangmanis Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Empatlawang akhirnya berhasil ditangkap Polsek Tebingtinggi, Rabu (8/8/2018).

Bakti terlibat kasus curas pada 14 Oktober 2017 lalu. Saat itu di lokasi wisata air terjun taman jodoh di desa Kemangmanis Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Empatlawang , telah terjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang dilakukan oleh tersangka bernama Bakti dan tersangka lain terhadap korban belasan pelajar SMP yang saat itu hendak berwisata.

Menurut petugas pelaku Bakti menodongkan senjata tajam kepada korban dan mengambil barang barang milik korban dan akibat kejadian tersebut korban kehilangan delapan buah handphone dengan kerugian sekira Rp 5 juta rupiah.

Baca:

Pukul Pejalan Kaki, Wanita Driver Ojek Online dari Grab Ini Diberhentikan Secara Permanen

Bangga! 7 Rekor Dunia Ini Cuma Milik Indonesia, Nomor 6 Bikin Juri Takjub dengan Indonesia

Kapolsek Tebingtinggi, Kompol Hardiman melalui Kanit Reskrim Iptu Kemas Junaidi, mengatakan setelah hasil penyelidikan dilapangan tersangka sedang berada pondok kebun di Desa Batupance Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Empatlawang.

Saat diamankan Bakti melakukan perlawanan sehingga anggota opsnal polsek Tebing tinggi meberi tembakan peringatan namun ia tetap malakukan perlawanan, terpaksa anggota melepaskan tembakan ke arah kaki.

"Bakti diancam sebagaimana dimaksud Pasal 365 KUHP, dengan penjarah maksimal 9 tahun," katanya.

Sementara pelaku Bakti mengatakan bertindak merampas handpone milik pelajar SMP di lokasi wisata bukan dirinya, ia saat itu bertugas melihat dari kejauhan saja.

Dikatakannya saat itu ia butuh ongkos untuk berangkat ke Palembang.

"Aku nak nyusul bini aku yang kerja di Palembang, dio kerja tukang pijit di sano, waktu itu aku nyari ongkos, rencano aku nak ngajak anak jugo nyusul ke Palembang. Akhirnyo idak dapat dari hasil itu aku berangkat dari bejual tanah, " kata Bakti.

Bakti menyebut justru tidak mendapat hasil dari pencurian yang mereka lakukan bersama tersangka lain.

" Aku dak dapat hasil dari nodong itu, yang dapat hasilnyo kawan-kawan aku yang lain, " katanya. (*)

Penulis: Awijaya
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved