Berita Muba

Oknum Polisi Khusus Lapas Sekayu Musi Banyuasin Jadi Pengedar Narkotika

Peredaran Narkotika jenis sabu-sabu ini terungkap dan diketahui selama ini digerakkan oleh oknum Polisi Khusus Lapas.

Oknum Polisi Khusus Lapas Sekayu  Musi Banyuasin Jadi Pengedar Narkotika
SRIPOKU.COM/FAJERI RAMADHONI
Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti SE MM ketika ungkap kasus praktik peredaran narkotika di Lapas Kelas II B Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin. 

"Modusnya para narapidana memesan narkotika jenis sabu-sabu kepada tersangka Jandri yang merupakan Polsuspas. Kemudian, tersangka Jandri menyuruh tersangka Helmi membeli narkotika kepada tersangka Koyen untuk diantarkan ke Lapas Sekayu dan diberikan kepada narapidana yang membeli," terangnya.

Selain itu, transaksi narkotika juga terjadi pada saat persiapan sidang, dimana para narapida dapat bertemu dengan keluarga dan pada saat jam besuk tahanan di dalam Lapas Sekayu.

"Praktek peredaran narkotika di Lapas Sekayu sudah berlangsung sejak 4 tahun yang lalu. Dalam satu bulan terjadi 4 kali transaksi narkotika di dalam Lapas Sekayu dengan omset ratusan juta rupiah," ungkap Andes.

Menurutnya, tersangka Jandri dan Koyen merupakan target operasi (TO) pihaknya, selain meresahkan, telah banyak pula laporan yang masuk ke pihaknya terkait sepak terjang kedua tersangka.

"Para tersangka dijerat Pasal 112, 114 Ayat 1 Huruf A UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika yang ancaman 4 sampai 15 tahun penjara," tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Sekayu AKP Hidayat Amin, mengatakan, selain sebagai pemasok narkotika jenis sabu-sabu kepada narapidana, tersangka Jandri juga menyediakan alat hisap sabu yang bisa digunakan para narapidana untuk mengkonsumsi narkotika.

"Alat-alat hisap sabu dia (tersangka Jandri) yang menyiapkan. Untuk lokasi mengkonsumsinya kita tidak tahu," terangnya.

Terpisah, Kalapas Kelas II B Sekayu, Herman Sawiran membenarkan adanya petugas yang mengedarkan narkoba di dalam Lapas.

"Kita sebelumnya telah mencurigai Jandri konsumsi narkoba. sudah diingatkan dan dinasehati selama ini. Ternyata Jandri tak berubah dan malahan mengedarkan narkoba ke napi," ujarnya.

Diakui Herman, selama ini tersangka Jandri memang teridikasi menggunakan narkotika dan telah berkali-kali diberi peringatan serta sanksi. Namun hal tersebut tampaknya tidak digubris oleh tersangka. 

“Kita telah melakukan  tes urine dan selalu negatif. Bahkan kerjanya saja sudah dibatasi yakni hanya berada di pos bagian depan, tidak diperbolehkan masuk ke dalam Lapas, agar tidak berinteraksi dengan narapidana. Kita pastikan Jandri terancam dipecat dari pegawai lapas,"jelasnya. 

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved