Berita Palembang

Coba Kabur Dari Tahanan, Sindikat Narkoba Asal Surabaya Upah Pelayan Kantin Untuk Dapatkan Mata Bor

Terkait aksi Letto cs, tahanan narkoba yang mencoba kabur dari ruang tahanan Ditres Narkoba Polda Sumsel

Coba Kabur Dari Tahanan, Sindikat Narkoba Asal Surabaya Upah Pelayan Kantin Untuk Dapatkan Mata Bor
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Pelayan kantin yang membantu tahanan kabur dan salah satu kios kantin yang terindikasi tempat menyimpan mata bor dan kini dipasang garis polisi oleh petugas yang berada di area Mapolda Sumsel, Rabu (8/8/2018). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Welly Hadinata

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Terkait aksi Letto cs, tahanan narkoba yang mencoba kabur dari ruang tahanan Ditres Narkoba Polda Sumsel, terungkap bahwa mata bor berasal dari salah satu kantin yang berada di area Mapolda Sumsel.

Bahkan petugas pun telah memasang garis polisi di kantin yang posisinya berada persis di depan Gedung Ditres Narkoba Polda Sumsel.

Sementara itu, petugas Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel juga memburu satu pelaku lagi yang diduga ikut berupaya membebaskan Letto cs dari ruang tahanan narkoba.

Baca: Pelatih Triathlon Indonesia tidak Peduli Medali, Tapi Menginginkan Hasil Terbaik di Asian Games 2018

Dikonfirmasi Rabu (8/8), Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Yoga Baskara mengatakan, pihaknya telah membekuk dua tersangka yang ikut berkomplot dalam upaya pembobolan tahanan tersebut.

Satu diantaranya adalah Siti Mutafarikoh alias Viko (37), warga Jalan Simanjutak Kelurahan Pahlawan Kecamatan Kemuning Palembang yang merupakan pemilik salah satu kantin yang ada di Mapolda Sumsel.

Sementara satu tersangka lainnya yakni Zumrotus Ida Wahyuni alias Pesek (23), warga Jalan Bulu Gondang RT1/1, Desa Bulu Margi, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa timur. Diketahui Zumrotus merupakan keluarga dari Letto, salah satu tersangka yang hendak melarikan diri.

Baca: Palembang Berhasil Pecahkan Rekor Muri Penyajian Pempek Ikan ber-SNI Terbanyak

"Satu tersangka lainnya seorang laki-laki, belum bisa disebutkan identitasnya karena masih buron. Perannya memberikan alat-alat yang digunakan untuk melarikan diri kepada tersangka Viko," ujar Yoga.

Yoga mengatakan, sementara ini petugas masih mendalami keterlibatan Viko, sejauh mana hubungannya selama ini dengan tahanan Letto.

Dari pengakuan tersangka Viko, dirinya diimingi upah untuk membantu kaburnya tahanan narkoba kelas kakap tersebut.

Halaman
12
Penulis: Welly Hadinata
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved