Berita Muaraenim

Warga Desa Penyandingan Muaraenim Pagar Hutan Rimba Desa di Lokasi Tambang Batubara

Ratusan warga Penyandingan memagari lahan rimba desa di lokasi tambang batubara milik PT Sriwijaya Bara Priharum (SBP), Selasa (7/8/2018).

Warga Desa Penyandingan Muaraenim Pagar Hutan Rimba Desa di Lokasi Tambang Batubara
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Tampak warga Desa Penyandingan melakukan pemagaran dan penjagaan di depan areal yang diklaim adalah hutan Rimba Desa Penyandingan yang belum diganti rugi, Selasa (7/8). 

Laporan wartawan sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM-- Karena belum ada keputusan masalah ganti rugi, ratusan warga Desa Penyandingan, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim, memagari lahan rimba desa Penyandingan di lokasi tambang batubara milik PT Sriwijaya Bara Priharum (SBP), Selasa (7/8/2018).

Dari pengamatan dan informasi yang dihimpun di lapangan, bahwa aksi memagari lahan yang diklaim warga sebagai rimba desa itu dilakukan secara spontan oleh warga Desa Penyandingan sejak Senin (6/8) malam dan terus berlanjut hingga hari ini.

Dan aksi tersebut akan terus dilakukan warga sampai tuntutan warga dipenuhi oleh pihak perusahaan.

Menurut Suarni (48) warga Desa Penyandingan yang ikut aksi tersebut mengatakan, mereka lakukan secara spontan karena wujud kekecewaan mereka atas hasil rapat yang tidak kunjung selesai.

Dalam musyawarah tersebut masyarakat sepakat menjual tanah Rimba Desa Penyandingan seluas 29 hektar seharga Rp 40 ribu permeter.

Namun pihak perusahaan hanya menyanggupi Rp 30 ribu permeter. Setelah dilakukan negoisasi akhirnya masyarakat menurunkan harga menjadi Rp 34 ribu permeter, tetapi pihak perusahaan tetap pada pendiriannya Rp 30 ribu.

"Karena deadlock makanya kita lakukan aksi ini," ujar Suarni.

Dikatakan, Suarni total seluruh lahan Rimba Desa sekitar 48 hektar, karena sebagian sudah dibebaskan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dengan perusahaan tanpa sepengetahuan masyarakat.

Padahal apapun yang berkaitan dengan hutan rimba desa harus sepengetahuan dan kesepakatan masyarakat desa.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help