Berita Palembang

Polair Polda Sumsel Amankan Penambang Pasir Ilegal di Sungai Musi

Penangkapan tersebut dilakukan pada Senin (6/8/2018) sekitar pukul 10.00 ketika kapal penambang pasir tengah melakukan aktivitas

Polair Polda Sumsel Amankan Penambang Pasir Ilegal di Sungai Musi
ISTIMEWA
Ilustrasi 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Aktivitas penambangan pasir ilegal di sepanjang daerah aliran sungai (DAS), tepatnya di Sungai Musi seputaran kawasan Musi lI hingga Gandus dan perairan Banyuasin saat ini terus dalam pengawasan pihak Polair Polda Sumatera Selatan.

Bahkan sebelumnya, Polair telah mengamankan satu kapten kapal dan anak buah kapal (ABK) beserta barang bukti kapal di wilayah Gandus, Kota Palembang.

Penangkapan tersebut dilakukan pada Senin (6/8/2018) sekitar pukul 10.00 ketika kapal penambang pasir tengah melakukan aktivitas pengisapan pasir dari dalam sungai.

Baca: Trending #1 Youtube, Ini Link Download Lagu Terbaru Nissa Sabyan Atouna El Toufoule Serta Liriknya

Direktur Polair Polda Sumsel, Kombes Pol Imam Thabrani saat dihubungi Sripoku.com membenarkan, adanya penangkapan oleh pihak Ditpolair Polda Sumsel Senin lalu.

"Ya, saya sudah mendapat laporan dari anggota saya bahwa ada penambang yang berhasil diamankan. Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan," ungkap Imam Thabrani.

Hal yang sama diungkapkan oleh Kasubdit Gakkum Dit Polair, AKBP Zahrul Bawadi saat ditemui di Markas Pol Air, Sungai Lais, Palembang.

Baca: Inilah Makna Warna & Posisi Baret TNI, Jika Miring Kanan Jangan Coba - coba Mendekat! Tanda Mati

Menurutnya, pihak Ditpolair telah mengamankan dan melakukan pemeriksaan awal terhadap terlapor.

"Masih dalam pemeriksaan, otomatis kami masih akan memeriksa dari pihak saksi-saksi. Dari sana kami akan memperoleh keterangan lanjutan," ujarnya.

Penangkapan kapten kapal dan ABK masih harus melalui mekanisme pemeriksaan lanjutan mulai dari keterangan saksi dan izin yang ada.

Baca: Lowongan Kerja. Pemkot Palembang Terima CPNS Jalur Umum. Ini Jurusan yang Dibutuhkan

"Yang jelas untuk pertambangan ilegal tentu akan kami proses sesuai hukum. Maka dari itu dilihat dulu apakah perusahaan yang menaungi para penambang telah memiliki izin usaha pertambangan (IUP) dan Izin Operasi Produksi (IOP) yang dikeluarkan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Selatan," ungkapnya.

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved