Berita Empatlawang

Triyono Tikam Seroto hingga Tewas Begini awalnya

Bukanya minta maaf Seroto berusaha menampar Triyono, namun ditangkis dan langsung ditusuk menggunakan sewar (Senjata tajam).

Triyono Tikam Seroto hingga Tewas Begini awalnya
SRIPOKU.COM/Ahmad
Tersangka Triyono menusuk korban Seroto di Desa Muarabetung Kecamatan Ulumusi, pada rekonstruksi di Mapolres Empatlawang, Kamis (2/8/2018). 

Laporan wartawan sripoku.com, Awijaya

SRIPOKU. COM, EMPATLAWANG-- Kasus terbunuhnya Seroto (40) warga Desa Muarabetung Kecamatan Ulumusi Kabupaten Empatlawang yang tewas di tusuk Triyono alias Bambang Triyono (43) pada Rabu, (25/7/2048) sekira pukul 10.00 ternyata akibat tertabraknya kaki pelaku.

Saat itu Triyono yang berada dipinggir jalan tiba - tiba ditabrak oleh korban Seroto,  lantas Triyono langsung marah kepada Seroto namun bukanya minta maaf Seroto berusaha menampar Triyono,  namun ditangkis dan langsung ditusuk menggunakan sewar (Senjata tajam)  tiga kali di dada kanan dan pada bagian belakang sambil memejamkan mata. 

Hal ini terungkap setelah rekonstruksi oleh Polsek Ulumusi di halaman belakang Mapolres Empatlawang,  sebanyak 15 adegan diperagakan,  Kamis (2/8/72018) sekira pukul 12. 00

Proses rekonstruksi ini tidak dihadiri pihak keluarga korban,  beberapa saksi diperagakan oleh anggota.  Rekontruksi berlangsung lancar. 

Sementara, Triyono mengaku sebelum kejadian ia mengaku hendak membeli beras, ia berdiri  dipinggir jalan namun tertabrak kakinya oleh sepeda motor dikendaraai Seroto.

"sudah nabrak itu dio langsung nak nampar,  aku tangkis tanganyo,  tangan aku dipegangnyo,  laju aku tusuk pakai sewar sambil mejam, " kata Triyono, yang mengaku pernah ikut balap motor di Lahat mewakili kampungnya berapa tahun lalu.  

Kapolres Empatlawang AKBP Agus Setyawan,  melalui Kanit Reskrim Polsek Ulumusi,  Aipda Kaprijal mengungkapkan rekontruksi sengaja digelar di Mapolres demi keamanan  untuk mengetahui lebih detail kejadian tersebut.

" Tersangka Triyono akan dikenakan  pasal 338 KUHP,  dengan hukuman penjara maksimal seumur hidup, " kata Kaprijal. (cr27) 

Penulis: Awijaya
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help