Berita Prabumulih

Minim Pendonor, Stok Darah Selalu Habis di RSUD Prabumulih

kebutuhan akan darah untuk kota Prabumulih setiap bulannya trus mengalami peningkatan, rata-rata 350 kantong perbulannya.

Minim Pendonor, Stok Darah Selalu Habis di RSUD Prabumulih
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH – Minimnya warga yang mendonorkan darah dan kurangnya sosialisasi dilakukan, membuat stok darah di unit trasfusi darah (UTD) Rumah Sakit Umum Daerah Kota Prabumulih selalu kehabisan alias kekosongan.

Padahal kebutuhan akan darah untuk kota Prabumulih setiap bulannya trus mengalami peningkatan dan bahkan rata-rata diperlukan sebanyak 350 kantong per bulan.

"Kebutuhan akan darah di kota Prabumulih cukup banyak namun yang mendonorkan sedikit, pendonor yang sukarela datang ke kantor jarang dan bahkan sangat minim," ungkap Kepala Teknisi Transfusi Darah UTD RSUD Prabumulih, Septa Kurniawan AP.TTd kepada wartawan belum lama ini.

Menurut Septa, untuk memenuhi kebutuhan akan darah pihaknya hanya bisa melakukan dengan cara ikut kegiatan-kegiatan yang dilakukan pemerintah maupun perusahaan swasta atau organisasi.

"Kita masih kesulitan mendapatkan darah jika tidak ada event, karena fasilitas dan banyak kekurangan lainnya," katanya.

Septa menuturkan, pihaknya selain mengalami kendala dalam melakukan sosialisasi karena dana juga disebabkan tidak ada kendaraan untuk keliling melakukan donor darah dari masyarakat.

"Kendaraan kita saat ini cuma ambulance. Sedangkan seharusnya untuk melakukan donor darah di lapangan itu kita membutuhkan mobil unit transfusi darah khusus sehingga jika ada itu bisa mangkal dan keliling di tempat-tempat yang menarik minat pendonor," ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Profesi Transfusi Darah Sumatera Selatan itu.

Lebih lanjut Septa menerangkan, dengan adanya mobil unit transfusi darah itu diperkirakan dapat menyediakan minimal 3-5 kantong darah perharinya.

"Karena mobil itu akan keliling ke instansi-instasi pemerintahan ataupun ke masyarakat, jika itu terus dilakukan diharap ketersediaan akan darah selalu ada di UTD RSUD Prabumulih," harapnya.

Disinggung mengenai mesin sebagai tempat penyimpan dan pengolah darah, Septa menjelaskan jika UTD RSUD Prabumulih sudah memiliki sejak beberapa waktu lalu.

"Jadi mesin untuk mengolah darah kita sudah ada. Dan kita sudah bisa melakukan 4 pengolahan darah diantaranya WB (Whole Blood), PRC (Packed Red Cell), Plasma dan Trombosit, selama ini tidak digunakan karena darah stok tidak ada," jelasnya.

Septa menambahkan, beberapa daerah yang saat ini telah memiliki mobil unit transfusi darah tersebut diantaranya Kabupaten OKU, Muaraenim dan kota Palembang.

"Rata-rata mobil unit transfusi darah itu mereka dapat melalui CSR (Corporate Social Responsibility) dari perusahaan yang ada disana, kita ke depan akan mengajukan ke perusahaan semoga nantinya mendapatkan bantuan itu," tambahnya.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved