Berita Ogan Ilir

Tim Gabungan Sebar 2000 Kilogram Semai, Sumatera Selatan Mulai Diguyur Hujan

Dua unit pesawat CASSA yang mampu menampung 22 orang penumpang tersebut lepas landas dari posko Lanud SHM.

Tim Gabungan Sebar 2000 Kilogram Semai, Sumatera Selatan Mulai Diguyur Hujan
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Tahapan operasi modifikasi cuaca. Tim gabungan terdiri dari unsur TNI, BPBD, BPPT MC menyiapkan bahan semai yang diangkut menggunakan pesawat Cassa. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Beri Supriyadi

SRIPOKU.COM, INDRALAYA -- Antisipasi bencana kebakaran hutan, kebun dan lahan (Karhutbunla) bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI Angkatan Udara, petugas Badan Pengkajian Penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (BPPT-MC), Rabu siang (1/8/2018) kembali melaksanakan operasi hujan buatan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel).

Selama proses operasi berlangsung, tim mengerahkan dua unit pesawat Cassa masing-masing milik TNI Angkatan Udara dan pesawat CASSA 212-200 PK-PCT milik PT. Pelita Air Service yang sebelumnya telah disiapkan di posko Lapangan Udara (Lanud) Sri Mulyono Herlambang (SHM) Palembang.

Dua unit pesawat CASSA yang mampu menampung 22 orang penumpang tersebut lepas landas dari posko Lanud SHM sembari membawa 2000 kilogram bahan semai.

Bahan semai adalah bahan kimia yang ditambahkan ke dalam awan dalam proses hujan buatan.

Ada 2 jenis bahan yang dipakai yaitu higroskopik dan glasiogenik.

Baham semai higroskopis dapat menarik uap air dari sekelilingnya dan membentuk tetes-tetes air yang kemudian ikut berperan di dalam proses pembentukan butir-butir hujan di dalam awan.

Dengan penambahan bahan ini, awan semakin cepat matang. Volume awan menjadi lebih besar dari biasanya.

Akibatnya air hujan yang dihasilkan dari awan ini semakin banyak.

Tidak semua awan dapat dikenai perlakuan dengan bahan semai ini. Hanya awan cumulus dengan kriteria-kriteria tertentu yang dapat disemai.

Halaman
123
Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help