Sekolah Gratis : Kuntum Layu Sebelum Mekar

Dalam hubungan dengan upaya "mentjerdaskan kehidoepan bangsa", maka sejak terbentuknya NKRI, Pemerintah berupaya mewujudkan "sekolah gratis."

Sekolah Gratis : Kuntum Layu Sebelum Mekar
ist
Prof. H. Jalaludin

Prof. Dr. H. Jalaluddin

Mantan Rektor IAIN (UIN) Raden Fatah Palembang

Dalam alinea keempat Pembukaan Undang- Undang Dasar 1945, tertulis : "Kemoedian dari pada itoe oentoek membentoek soeatoe Pemerintah negara Indonesia jang melindoengi segenap bangsa Indonesia dan seloeroeh toempah darah Indonesia dan oentoek memadjoekan kesedjahteraan oemoem, mentjerdaskan kehidoepan bangsa, dan ikoet melaksanakan ketertiban doenia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disoesoenlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itoe dalam soeatoe oendang-oendang dasar negara Indonesia, jang terbentoek dalam soesoenan negara Reboeblik Indonesia jang berkedaulatan rakjat dengan berdasar kepada : Ketoehanan Jang Maha Esa, kemanoesiaan jang adil dan beradab, persatoean Indonesia, dan kerakjatan jang dipimpin oleh hikmat kebidjaksanaan dalam permoesjawaratan/ perwakilan, serta dengan mewoejoedkan soeatoe keadilan sosial bagi seloeroeh rakjat Indonesia" (Berita Repoeblik Indonesia, 1946).

Dalam hubungan dengan upaya "mentjerdaskan kehidoepan bangsa", maka sejak terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pemerintah telah berupaya mewujudkan "sekolah gratis."

Penyelenggaraan sekolah gratis ini berlaku untuk semua jenjang pendidikan. Mulai dari Sekolah Rakyat (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga ke Sekolah Menengah Atas (SMA). Termasuk sekolah-sekolah kejuruan.

Semasa itu semua, sarana dan prasarana pendidikan difasilitasi sepenuhnya oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Buku-buku pelajaran, buku tulis, maupun perangkat alat tulis disediakan oleh masing-masing sekolah secara cuma-cuma.

Selama kegiatan belajar, setiap murid bisa memanfaatkan buku-buku pelajaran yang tersedia. Jumlah buku dimaksud disesuaikan dengan mata pelajaran dan jumlah murid setiap kelas.

Setelah pelajaran selesai, buku-buku tadi dikembalikan ke tempatnya.

Demikian selanjutnya hingga kenaikan kelas.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved