Masa Kecil Tak Bahagia, Saat Dewasa Bisakah Ciptakan Keluarga Bahagia?

Pola asuh dalam keluarga memang membentuk cara pandang kita saat dewasa. Lantas, apakah seseorang yang berasal dari keluarga yang tidak bahagia

Masa Kecil Tak Bahagia, Saat Dewasa Bisakah Ciptakan Keluarga Bahagia?
http://family.fimela.com
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM , JAKARTA - Pola asuh dalam keluarga memang membentuk cara pandang kita saat dewasa. Lantas, apakah seseorang yang berasal dari keluarga yang tidak bahagia berarti tidak bisa menciptakan kehidupan bahagia saat dewasa?

Menurut psikologi Elizabeth Santosa anak yang masa kecilnya tidak bahagia pun tak mustahil akan bahagia, apalagi jika ketika tumbuh dewasa dalam lingkungan yang membuatnya bahagia.

Berita Lainnya:
Perceraian Sebabkan Perkembangan Sosial Anak Terganggu

Sebaliknya, jika dalam perjalanan hidup itu anak tidak pernah mendapatkan pengalaman bahagia atau pasangan hidupnya berantakan, kebahagiaan akan lebih sulit dicapai.

"Dari kecil tidak bahagia dan terus-terusan tidak mendapatkan pengalaman bahagia, tidak ada orangtua yang benar-benar menyayangi, pupus harapannya untuk bisa bahagia dari lingkungan," kata Elizabeth saat ditemui beberapa waktu lalu.

Ia menekankan sistem sosial yang mendukung (support system) akan sangat berpengaruh terhadap kebahagiaan anak, meskipun menyimpan trauma masa kecil.

"Contoh, orangtua bercerai. Tapi kawin lagi dan bahagia, dia bisa lebih bahagia. Lalu punya pacar yang menyayangi dia, bahagia. Menikah, dapat mertua yang sayang, bisa bahagia," tuturnya.

Perpisahan orangtua menurutnya tak selalu meninggalkan trauma bagi anak. Hal yang membuat anak trauma adalah kualitas hubungan yang buruk.

Misalnya, ketika ayah dan ibunya masih bersama namun sering bertengkar dan melontarkan kata-kata kasar satu sama lain.

Berbeda ketika orangtua anak tersebut sudah bercerai namun memiliki hubungan yang sangat baik dan sama-sama merawat anak dengan baik.

"Anak itu tidak mengerti status. Yang mereka lihat adalah ada atau tidaknya mama dan papa, serta kasih sayangnya," kata Elizabeth.

Selain faktor kebahagiaan dari lingkungan, hal lainnya yang bisa menciptakan kebahagiaan bagi anak ketika dewasa adalah karakteristik anak itu sendiri.

"Harus karakteristik dari dalam. Karena ada orang yang karakteristiknya susah bahagia," kata dia.

Penulis: Nabilla Tashandra

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://lifestyle.kompas.com/ dengan Judul:
Masa Kecil Tak Bahagia, Bisakah Ciptakan Keluarga Bahagia Saat Dewasa?

Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved