Berita Muaraenim

Kabupaten Muaraenim Deklarasikan Kabupaten Layak Anak 2018

Pj Bupati Muaraenim Teddy Meilwansyah, mendeklarasikan Kabupaten Layak Anak bagi Kabupaten Muaraenim Tahun 2018.

Kabupaten Muaraenim Deklarasikan Kabupaten Layak Anak 2018
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Pj Bupati Muaraenim Teddy secara simbolis mendeklarasikan Kabupaten Layak Anak (KLA) bagi Kabupaten Muaraenim Tahun 2018 di ruang Pangripta Sriwijaya Bappeda Muaraenim, Selasa (31/7). 

Laporan wartawan sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM---Untuk mewujudkan percepatan menuju Kabupaten Layak Anak (KLA), Pj Bupati Muaraenim Teddy Meilwansyah, mendeklarasikan Kabupaten Layak Anak bagi Kabupaten Muaraenim Tahun 2018 di ruang Pangripta Sriwijaya Bappeda Muaraenim, Selasa (31/7/2018).

Kegiatan Deklarasi Kecamatan Layak Anak (KELANA) dan Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) KLA tahun 2018, diawali dengan penandatanganan komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Muaraenim yang diwakili Pj Bupati Muaraenim Teddy Meilwansyah, dengan 20 Camat se-Kabupaten Muaraenim.

Kegiatan ini disaksikan juga oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumsel Hj Susna Sudarti.

" Atas nama Pemerintah Muaraenim mengucapkan Selamat Datang di Bumi Serasan Sekundang dan terimakasih kepada Tim dari Indonesia Ramah Anak Semarang yang pada hari ini telah berkenan hadir langsung di kegiatan ini," ujar Teddy.

Menurut Teddy, Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia telah mendesain dan mensosialisasikan sebuah sistem dan strategi pemenuhan hak-hak anak yang terintegrasi dan berkelanjutan dengan mengembangkan kebijakan Kabupaten Layak Anak (KLA), Kecamatan Layak Anak (KELANA) dan Desa / Kelurahan Layak Anak (DEKELA).

Kebijakan KLA bertujuan untuk mensinergikan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha sehingga pemenuhan hak-hak anak Indonesia dapat lebih dipastikan.

Kebijakan ini merupakan implementasi dari tindak Ianjut komitmen dunia melalui “World Fit for Children”, dimana Pemerintah Kabupaten Muaraenim juga turut mengadopsinya.

Dikatakan Teddy, Pada tahun 2016 jumlah anak usia 0-17 tahun sebesar 218. 897 orang atau sebesar 35, 91 persen dari jumlah penduduk, angka kematian bayi untuk laki-laki 28 orang dan perempuan 18 orang.

Angka partisipasi sekolah usia 7-12 tahun 100 persen, sedangkan umur 13-15 tahun 95,21 persen, angka putus sekolah usia 5-17 tahun sebesar 3,90 persen untuk laki-Iaki 3,36 persen dan perempuan 4,46 persen.

Halaman
12
Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help