Informasi Penerimaan CPNS 2018 Rawan Hoax, Pemerintah Bakal Sanksi Tegas bagi Penyebarnya!

Beredarnya kabar penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS 2018) gelombang ketiga tak terlepas dari hoax yang beredar.

SRIPOKU.COM -- Beredarnya kabar penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS 2018) gelombang ketiga tak terlepas dari hoax yang beredar.

Banyak dari oknum nakal secara sengaja menciptakan kabar burung berkaitan dengan informasi CPNS 2018.

Tak jarang pula mereka menyebarkan hoax atau kabar palsu sehingga menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat terkait penerimaan CPNS.

Beberapa kali, Badan Kepegawaian Negara (BKN) memperingatkan pada masyarakat untuk waspada dan tidak mudah percaya hoax.

Baca: Hanyut Dalam Gemerlap Dunia, Felix Siauw Sentil Dari Mana Asal Kebahagiaan yang Sejati, Bukan Harta!

Pengumuman agar waspada terhadap info yang belum dipastikan kebenarannya disampaikan langsung melalui twitter resmi BKN @bkngoid, Kamis (19/7/2018) lalu.

"Selain itu #SobatBKN, hati-hati thd isu hoax atau info seputar penerimaan CPNS 2018 yg beredar di media sosial maupun channel youtube selain akun resmi kami atau @kempanrb. Karena mulai banyak yg menyebarkan tutorial pendaftaran, tutorial CAT-BKN sampai prediksi soal CAT-BKN," demikian bunyi cuitan tersebut.

Pemerintah secara tegas memberitahukan bahwa penyebar informasi hoax alias bohong bisa dikenai sanksi berat berdasarkan Pasal 28 Ayat 1 dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Baca: Cerita Komedi & Romantis, Ini Link Download Drama Korea Terbaru My ID Is Gangnam Beauty

Bunyi Pasal tersebut adalah, "Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.”

Tak hanya itu, para penyebar hoax juga bisa dikenai Undang-Undang No 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, serta tindakan ketika ujaran kebencian telah menyebabkan terjadinya konflik sosial.

Lantas jenis muatan konten yang bisa disebut sebagai Hoax?

Baca: Merasa Dizalimi Usai di Penjara Tiga Tahun, Arifudin Laporkan Perwira Polda Sumsel ke Propam

Halaman
12
Editor: Rizka Pratiwi Utami
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved