Berita Muaraenim

Kisah Damayanti Saragih, Mandor Perkebunan Sawit Jadi Mualaf Berawal dari Makanan

Dahulu, pada tahun 2003, sebelum pindah keyakinan, ia bekerja sebagai Mandor di salah satu perusahaan perkebunan Kelapa Sawit

Kisah Damayanti Saragih, Mandor Perkebunan Sawit Jadi Mualaf Berawal dari Makanan
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Damayanti Saragih 

Setelah saya yakinkan bahwa atas kemauan sendiri, kemudian ia mengajarkannya dan mengajaknya ke desa untuk di Islamkan.

"Jadi saya masuk Islam bukan karena saya mau nikah dengan orang Islam atau dipaksa, tetapi murni atas kemauan sendiri," ujar Ibu satu anak ini.

Setelah masuk Islam, kata Damayanti, iapun akhir pacaran dengan sesama jejaka muslim dan akhirnya menikah pada tahun 2005.

Pada saat ia masuk Islam seluruh keluarga besarnya marah dan menentang, sebab baru dirinya yang pertama masuk Islam.

Selain itu, iapun telah dijodohkan sesama pemuda dari suku yang sama.

Dan ketika ia menikah, keluarganya tidak mau datang, dan jika mau datang keluarga pria harus menuruti adat sukunya yang biayanya cukup besar.

Namun tekadnya sudah bulat ia akan tetap menikah secara Islam.

Setelah menikah, kata anak keenam dari sembilan bersaudara ini, awal pernikahannya baik-baik saja, namun ketika usia pernikahannya mencapai enam tahun, bahtera rumah tangganya sempat diterpa badai, karena suaminya sering uring-uringan karena dirinya tidak bisa memberikan keturunan.

Dengan ujian yang dihadapinya ini, Damayanti tetap mempertahankan keislamannya.

Dan ia pun menjalani hidup seperti biasanya namun dalam tekanan batin sebab belum mempunyai momongan.

Halaman
123
Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help