Berita Pagaralam

Walikota Pagaralam Terpilih Alpian Sebut Program Unggulannya Baru Berdampak di Tahun Ketiga

Kota Pagaralam merupakan salah satu Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan yang memiliki musim pacakelik atau musim dimana hasil panen

Walikota Pagaralam Terpilih Alpian Sebut Program Unggulannya Baru Berdampak di Tahun Ketiga
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
POSE BERSAMA: Tampak Paslon Walikota dan Wakil Walikota terpilih Alpian Maskpni dan Muhammad Fadli saat berpose bersama KPU dan Panwaslu usai Rapat Pleno penetapan Paslon terpilih, Kamis (26/7/2018) kemarin. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM-- Kota Pagaralam merupakan salah satu Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan yang memiliki musim pacakelik atau musim dimana hasil panen Kopi sudah berakhir. Biasanya musim paceklik ini akan terjadi mulai pada akhir tahun sampai awal tahun berikutnya.

Kondisi inilah membuat pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota terpilih Alpian Maskoni dan Muhammad Fadli menjadikan program unggulannya yaitu mangatasi musim paceklik di Pagaralam tersebut.

Namun menutur Walikota terpilih, Alpian Maskoni musim paceklik tersebut tidak akan bisa di atas ditahun pertama dan tahun kedua massa jebatannya nanti.

Baca:

Rahasia Soekarno dan Kesukaannya Dikuak Presiden Rusia di Buku, Berdansa hingga Nyaris Pingsan

Penampilan Terbaru Aurel Hermansyah Ini Dibilang Mirip Bule, Tapi Giginya Bikin Netizen Salfok

Bahkan di tahun ketiga masyarakat Pagaralam baru akan merasakan dampak dari program yang digulirkan untuk mengatasi musim yang paling ditakuti masyarakat Pagaralam tersebut.

"Untuk mengatasi musim paceklik ini kita mempunyai program unggulan yaitu pembagian 2 juta bibit stel kopi kepada seluruh petani di Kota Pagaralam. Pasalnya dengan sistem stek, tanaman kopi bisa terus dipanen sepang tahun tanpa harus menunggu satu tahun sekali," ujarnya.

Namun, setelah dilakukan penyetekan pohon kopi baru bisa kembali berbuah ditahun ketiga setelah penyetekan. Untuk itu ditahun ketiga massa kerja paslon ini, masyarakat baru bisa merasakan sedikit dampak dari program pemberantasan musim paceklik tersebut.

"Di tahun ketiga kopi sudah mulai berbuah dan bisa dipanen sepanjang tahun. Jadi tidaka akan ada lagi musim paceklik jika setiap bulan petani bisa melakukan panen," katanya.

Dirinya mengaku sampai saat ini belum mengetahui berapa jumlah pohon kopi yang ada di Pagaralam. Jadi setelah dilantik dirinya akan langsung meminta dinas terkait untuk melakukan pendataan ulang jumlah pohon kopi di Pagaralam.(*)

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved