Tak Perlu Teropong dan Hanya Didalam Rumah, Begini Cara Melihat Gerhana Bulan dengan Mudah

Lantaran Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bakal menyiarkan Gerhana Bulan Blood Moon secara langsung.

Pixabay/sagorsadat
Ilustrasi gerhana bulan. 

SRIPOKU.COM -- Gerhana Bulan total Blood Moon yang disebut sebagai gerhana bulan total terlama di abad ini, akan terjadi pada Sabtu (28/7/2018) waktu Indonesia.

Gerhana bulan total Blood Moon tersebut akan berlangsung selama 6 jam 14 menit, yakni mulai pukul 01.15 WIB hingga 06.00 WIB.

Adapun peristiwa gerhana bulan bisa dilihat secara kasat mata mulai pukul 01.24 WIB dengan Puncak gerhana akan terjadi selama 1 jam 43 menit.

Nah, bagi anda yang ingin menyaksikan gerhana bulan, ada cara mudah menyaksikannya tanpa harus keluar rumah dan tanpa menggunakan teropong.

Lantaran Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bakal menyiarkan Gerhana Bulan Blood Moon secara langsung.

Tayangan Live Streaming Gerhana Bulan ini bisa diakses melalui tautan http://www.bmkg.go.id/gbt/

Fakta-fakta Gerhana Bulan Total Blood Moon

Berikut sejumlah hal yang perlu diketahui tentang peristiwa gerhana Bulan total atau Blood Moon terlama di abad ini.

1. Disebut Blood Moon karena Bulan Berwarna Merah Darah

Bulan akan berwarna merah darah atau disebut Blood Moon, ketika terjadi gerhana Bulan total.

Fenomena ini terjadi ketika Bulan melewati bayangan Bumi (posisinya Bulan-Bumi-Matahari).

Atmosfer Bumi memfilter dan membiaskan cahaya Matahari, sehingga membuat Bulan menjadi berwarna kemerahan.

Menurut Astrofisikawan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, di blognya, manusia yang mungkin ada di Bulan akan melihat Bumi dikelilingi cahaya merah yang dibiaskan atmosfernya.

2. Gerhana Terjadi Setidaknya Dua Kali dalam Setahun

Halaman
123
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved