SFC Update

Sepak Terjang Rahmad Darmawan, Bertangan Dingin & Sanggup Bawa SFC Kampiun Sebelum Liga Bergulir

Drama yang terjadi antara manajemen Sriwijaya FC dan Rahmad Darmawan mungkin sudah berada di penghujung akhir episode.

Sepak Terjang Rahmad Darmawan, Bertangan Dingin & Sanggup Bawa SFC Kampiun Sebelum Liga Bergulir
SRIPOKU.COM/HENDRA KUSUMA
Pelatih Rahmad Darmawan dan para stafnya 

Laporan wartawan Sripoku.com , Resha

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Drama yang terjadi antara manajemen Sriwijaya FC dan Rahmad Darmawan mungkin sudah berada di penghujung akhir episode.

Pelatih yang akrab disapa RD itu, menyatakan mundur dari tampuk kepelatihan Laskar Wong Kito.

Hal tersebut ditegaskan saat ia melayangkan surat pada tanggal 25 Juli 2018 lalu. Manajemen pun membenarkan jika telah menerima surat pernyataan pengunduran diri dari pelatih yang pernah menangani tim di musim 2007 – 2010 itu.

“Kita sudah terima suratnya tadi pagi, per tanggal 25 RD sudah mengundurkan diri. Beliau mengatakan panjang lebar dalam surat. Per 25 Juli tadi RD sudah tidak lagi di Sriwijaya FC,” ujar Direktur Kompetisi PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku manajemen klub Augie Bunyamin, Kamis (26/7/2018) sore.

Beberapa pihak mungkin menyayangkan keputusan pelatih tersebut. Pasalnya saat didapuk menjadi pelatih tim yang bermarkas di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) tersebut di awal musim 2018, RD telah memberikan racikan yang apik sebagai bukti jika dirinya termasuk dalam pelatih yang berkualitas.

Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan.
Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan. (SRIPOKU.COM/RESHA)

Baca:

Sebelum Mundur, Rahmad Darmawan Sempat Sindir Pihak yang Nyinyir Dengan Timnya

KPK Temukan Rp 700 Juta Uang Dugaan Suap di OTT Bupati Lampung Selatan

Baru membesut tim selama beberapa bulan, ia berhasil meracik taktik dan strategi yang moncer. Terbukti, tim berhasil merebut juara ketiga Piala Presiden 2018 bahkan meraih juara pada saat kompetisi Piala Gubernur Kaltim 2018 kurang lebih satu bulan setelahnya.

Materi pemain yang berkualitas ditambah tangan dinginnya, membuat publik pendukung Sriwijaya FC menaruh ekspektasi besar kepada tim. RD diharapkan mampu membawa Sriwijaya FC kembali merebut trofi liga, setelah di musim 2017 lalu tim ini hanya mampu mendarat di urutan 11.

Pensiunan TNI AL dengan pangkat Mayor ini pun seolah menunjukkan jika otaknya yang dipakai masih tokcer. Terlebih, ia sukses membangun chemistry dengan tim Sriwijaya FC jauh di belakang, tepatnya sejak ia menginjakkan kaki di Kota Palembang musim 2007 lalu.

Setelah sukses membawa Persipura kampiun di musim 2005, ia diboyong oleh manajemen Sriwijaya FC untuk menukangi tim. Pada saat final Liga Indonesia 2007, timnya berhasil menjadi jawara setelah berhasil mengungguli PSMS Medan dengan skor 3-1.

Prestasinya pun menanjak naik. Di musim yang sama, ia pun berhasil mengawinkan gelar Liga Indonesia 2017 itu dengan Piala Copa Indonesia 2007. Tak cukup sampai situ, berturut-turut tim yang diasuhnya berhasil meraih Copa Indonesia di musim 2008–2009, dan 2009 –2010.

Kendati hengkang dari Sriwijaya FC dan hijrah ke Persija musim 2010 - 2011, prestasi pun belum redup. Ia berhasil pula mempersembahkan medali perak dalam ajang Asian Games 2011 dan 2013 bersama anak asuhnya Timnas U-23 Indonesia.

Sempat melatih di T-Team Malaysia, ia pun akhirnya diboyong oleh manajemen Sriwijaya FC di musim 2018 untuk kembali mengulang kesuksesan yang sama. Sayangnya, ia memutuskan untuk mengundurkan diri di paruh musim 2018 ini.

“Kita lihat lah hari Sabtu mengenai hasil pergantiannya seperti apa,” jelas Augie.(*)

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help