Berita PALI

Nyaris Bacok Polisi Bandit Sadis 3 Kabupaten Ditembak Mati di Pali

Romadon alias Madon alias Udin (35) warga Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Pali, terpaksa dilumpuhkan dengan tiga butir peluru

Nyaris Bacok Polisi Bandit Sadis 3 Kabupaten Ditembak Mati di Pali
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Romadon alias Madon alias Udin (35) warga Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Pali, terpaksa dilumpuhkan dengan tiga butir peluru karena melawan petugas dan berusaha melarikan diri ketika akan ditangkap Polisi, di Jembatan PT Medco, Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Pali, Kamis (26/7). 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM---Romadon alias Madon alias Udin (35) warga Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Pali, terpaksa dilumpuhkan dengan tiga butir peluru karena melawan petugas dan berusaha melarikan diri ketika akan ditangkap Polisi, di Jembatan PT Medco, Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Pali, Kamis (26/7).

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, Jumat (27/7/2018), bahwa pelaku adalah bandit yang sudah sangat meresahkan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Muaraenim, Kabupaten Pali dan Kabupaten Muba.

Beberapa laporan yang masuk di Polres Muaraenim, pelaku terlibat pidana Penganiayaan Berat (Anirat) dan Pencurian Dengan Kekerasan (Curas) yang tidak segan-segan melukai korban dengan sadis.

Atas beberapa laporan tersebut dan sepak terjang pelaku yang terus meresahkan masyarakat, petugas berkali-kali berupaya melakukan penangkapan, namun pelaku yang berfostur besar tinggi dan gempal selalu berhasil lolos.

Dan ketika petugas mendapatkan informasi keberadaan pelaku, Tim gabungan dari Reskrim Polsek Penukal Utara, Reskrim Polsek Penukal Abab dan Reskrim Polres Muaraenim, tidak menyia-nyiakan kesempat tersebut dan langsung melakukan pengintaian dengan menyamar supaya pelaku tidak curiga.

Dan ketika sudah dekat, petugas langsung melakukan pengepungan, namun ketika akan ditangkap pelaku langsung mengeluarkan Senpira jenis pistol dan mengarahkannya kepada salah satu petugas.

Melihat nyawa petugas terancam, salah satu petugas langsung melumpuhkannya dengan satu tembakan dikaki pelaku sehingga pelaku sempat terjatuh.

Ketika akan ditangkap pelaku langsung berdiri dan berniat melarikan diri sambil memegang Senpira dan golok, sehingga petugas terpaksa memberikan tembakan dari arah belakang dan mengenai punggung belakang dan pingang sehingga pelaku terjungkal.

Kemudian petugas segera membekuk pelaku, setelah Senpira berikut tiga amunisi dan goloknya diamankan, pelaku langsung dibawa ke Puskesmas Abab, namun nyawa pelaku sudah tidak tertolong lagi dan meninggal dunia dalam perjalanan.

Dan untuk kepentingan penyidikan, pelaku akhirnya dibawa ke RSUD Dr HM Rabain Muaraenim untuk divisum.

Kapolres Muaraenim AKBP Afner melalui Wakapolres Muaraenim Kompol Ary Sudrajat didampingi Kapolsek Penukal Abab Iptu Acep Yuli Sahara dan Kapolsek Penukal Utara Iptu Alfian, bahwa tersangka adalah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Muaraenim, karena sangat meresahkan dengan aksi-aksi kejahatannya yang dikenal cukup kejam sebab tidak segan-segan melukai para korbannya terutama jika melakukan perlawanan.

"Yang di Polsek Penukal Utara bae ada tiga laporan, belum di Polsek-polsek lain dan warga yang tidak melapor karena takut," ujar Wakapolres Muaraenim.(ari)

Romadon alias Madon alias Udin (35) warga Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Pali, terpaksa dilumpuhkan dengan tiga butir peluru karena melawan petugas dan berusaha melarikan diri ketika akan ditangkap Polisi, di Jembatan PT Medco, Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Pali, Kamis (26/7).

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Candra Okta Della
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved