Sumsel Jadi Contoh Pembangunan Hijau

Pemerintah Provinsi Sumsel telah mencanangkan pertumbuhan hijau sebagai salah satu visi pembangunan.

Sumsel Jadi Contoh Pembangunan Hijau
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Koordinator KOLEGA Sumsel, Syafrul Yunardi bersama tim seminar bertajuk ‘Menerjemahkan Pendekatan Lanskap ke dalam Praktik Pembangunan Hijau’, saat sesi wawancara dengan awak media, Selasa (24/7/2018) di Hotel Aryaduta 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pemerintah Provinsi Sumsel telah mencanangkan pertumbuhan hijau sebagai salah satu visi pembangunan. Hal tersebut bisa dicapai jika terjadi kemitraan antara pemerintah, swasta dan masyarakat dalam mendukung keseimbangan aspek produksi dan konservasi.

Ditemui usai seminar bertajuk ‘Menerjemahkan Pendekatan Lanskap ke dalam Praktik Pembangunan Hijau’, Selasa (24/7/2018) di Hotel Aryaduta Palembang, Koordinator KOLEGA Sumsel, Syafrul Yunardi mengatakan, Sumsel telah berhasil mengembangkan pendekatan lanskap.

Sumsel bahkan merupakan percontohan bagaimana pendekatan lanskap dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip ilmiah. “Sumatera Selatan adalah laboratorium lapangan bagi implementasi pendekatan lanskap di Indonesia," ujarnya

Menurutnya, visi lingkungan hidup merupakan agenda jangka panjang yang harus dilakukan secara konsisten, sehingga diperlukan sebuah percontohan di lapangan dalam bentuk pengelolaan lanskap berkelanjutan.

Selain itu, Pemrov Sumsel juga telah berupaya membangun praktik pembangunan hijau, dengan tersusunnya dokumen Green Growth Masterplan 2017-2030, yang juga telah diterjemahkan ke dalam Peraturan Gubernur.

Terkait seminar internasional yang tengah digelar, Nirarta Samadhi, Direktur WRI Indonesia mengatakan, hal itu sebagai salah satu upaya untuk mengumpulkan berbagai pembelajaran terkait pengelolaan lanskap di Sumsel, Pemrov dan KOLEGA mengumpulkan para pakar lingkungan.

"Seminar Internasional ini merupakan bagian rangkaian acara South Sumatera Landscape Festival 2018, WRI Indonesia, ICRAF, IDH dan KELOLA Sendang-ZSL yang merupakan Mitra Pembangunan KOLEGA Sumsel," katanya.

Kemudian, juga seminar internasional ini juga dalam rangka menggagas pentingnya sains untuk mendukung pendekatan lanskap dalam rangka praktik pembangunan hijau, sekaligus menjadi wadah bagi para pakar lingkungan, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, dan pembuat kebijakan untuk membangun kemitraan dalam pengelolaan sumber daya lahan dan lingkungan hidup secara lestari.

Selain itu, pendekatan lanskap yang menitikberatkan pada kolaborasi dan komunikasi yang solid antara berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pihak swasta, organisasi masyarakat sipil, dan donor, tengah dicobakan di beberapa lanskap di Sumatera Selatan untuk mencapai praktik pembangunan hijau yang baik.

Halaman
12
Penulis: Rahmaliyah
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved