Kacap Di Bawah LRT --Genangan Air Di Bawah Light Rail Transit Palembang

Jika semboyan kota ini "Palembang Emas" dengan provinsinya yang "Gemilang", mengapa warna air pada kacap-nya sama dengan warna tembaga?

Kacap Di Bawah LRT  --Genangan Air Di Bawah Light Rail Transit Palembang
ist
Dr. Muhamad Erwin, S.H., M.Hum. 

Dr. Muhamad Erwin, S.H., M.Hum.

Dosen Politeknik Negeri Sriwijaya, Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, dan STIHPADA
Ada cantik, ada buruk, tergantung sifat utama. Jika lebih banyak emas dari tembaga, emaslah ia.

Ada Light Rail Transit (LRT) Palembang, ada kacap (Bahasa Palembang: genangan air) di bawahnya.

Jika semboyan kota ini adalah "Palembang Emas" dengan provinsinya yang "Gemilang", namun mengapa warna air pada kacap-nya sama dengan warna tembaga?

Jawabnya, sebagaimana filosofi di atas, kembalikan pada yang mana sifat utamanya.

Tolok ukurnya terletak pada sifat utama kuasa pemerintahan untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya mendasar.

Kebutuhan siapa? Ya, kebutuhan mendasar para pemberi kuasa, dalam hal ini adalah masyarakat Kota Palembang.

Lama tak hujan, lantas Sabtu, 21 Juli 2018 yang lalu, baru saja lebih kurang satu setengah jam hujan deras mengguyur Kota Palembang.

Kemudian telah begitu cepat menimbulkan fenomena yang berupa banjir seperti "sungai jalan raya" di beberapa kawasan jalan di bawah perlintasan jalur LRT Palembang.

Dalam hal ini terlihat di Jalan Jenderal Soedirman (seputaran Masjid Agung), Jalan Kapten A. Rifai (depan Kantor Gubernur), Jalan Veteran (seputaran lampu merah Unitas), Jalan Jenderal Basuki Rahmat (Simpang Polda depan Rumah Makan Sederhana), Jalan Kolonel Burlian (Kilometer Enam Setengah di depan Graha Pena dan di depan Loket Damri) kilo meter 9.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved