Inspirasi

3 Inspirasi Kehidupan Penting dari Lalu Muhammad Zohri Buat Kita

Rasanya mau menangis! Sungguh kita tidak menyangka bahwa di tengah kesibukan kita dengan urusan Piala Dunia 2018 yang baru saja selesai dan

3 Inspirasi Kehidupan Penting dari Lalu Muhammad Zohri Buat Kita
NET/IST
Lalu Muhammad Zohri, pelari Indonesia yang sukses cetak sejarah karena menjadi Juara Dunia 100 meter atletik. 

Nah, Zohri membuktikannya. Zohri yang tersenyum paling akhir seakan berkata pada kita, “Lebih baik tidak diperhitungkan tapi bisa muncul sebagai pemenang. Daripada diuel-elukan sebelum memasuki arena tapi keluar dari dengan langkah gontai karena prestasi yang mengecewakan!”

Kita pun berharap, apa yang dikatakan oleh Bruce Jenner ini tidak menghinggapi Zohri. Meskipun telah dielu-elukan, tetap sadar diri dan terus berkiprah!

Kedua, menjadi pemenang adalah hak setiap orang apapun latar belakangnya. Kondisi Zohri, jauh dari bagus. Zohri adalah anak yatim piatu. Ayahnya sendiri adalah seorang nelayan, dengan pekerjaan sampingan sebagai buruh tani. Karena kondisinya, Zohri tidak punya pendidikan yang tinggi. Malahan, dulunya ia sempat tergolong anak yang malas belajar. Tapi, ternyata setelah beranjak dewasa, semuanya bisa berubah.

Zohri mulai tekun berlatih. Ayahnya meninggal ketika Zohri sedang mempersiapkan pertandingan bergengsi, nyaris setahun yang lalu. Mungkin, itu pula yang membulatkan tekadnya untuk sukses.

Dengan segalanya kondisinya, Zohri justru menjadi pelajaran motivasi yang bagus. Meskipun kondisinya kurang menguntungkan, ia bisa tampail dengan luar biasa mengalahkan banyak lawan-lawannya yang memiliki fasilitas yang lebih baik. So, Zohri seakan-akan berpesan kepada kita, “Kondisimu dan latar belakangmu jangan menjadi alasan untuk TIDAK mencapai pretasi bagus. Justru JADIKANLAH kondisimu yang buruk sebagai alasan untuk mencapai prestasi yang gemilang”.

Ketiga. Ini menjadi pelajaran penting juga bagi pemerintah dan atlit yang lainnya. Pengorbanan Zohri sebenarnya luar biasa. Saya teringat dengan kalimat seorang mantan atlit yang kini hanya jadi pelatih sebuah club olah raga. “Di Indonesia, menjadi atlit adalah pengorbanan. Jangankan atlit yang tidak sukses. Atlit yang suksespun banyak yang hidupnya merana setelah tua.” Problemnya, ternyata ada banyak mantan atlit yang hidupnya, tidak banyak yang memedulikan.

Pengorbanan Zohri sungguh luar biasa. Ia mengorbankan masa mudanya untuk berlatih. Untuk mengharumkan bangsa. Bahkan pendidikan tinggi pun tidak dienyamnya. Kita sungguh berharap pemerintah memberikan support serius kepada para atlit-atlit kita.

Sebenarnya inilah yang menjadi kendala besar di negeri ini, yakni menjadi atlit. Banyak yang mengatakan, ini pula yang menjadi alasan mengapa di negara dengan 265 juta jiwa, sebenarnya prosentase atlit kita yang seharusnya tinggi, justru tidaklah banyak. Mengapa?

Alasannya sederhana, menjadi atlit artinya harus mengorbankan kehidupan, finansial bahkan masa depan yang belum tentu akan dijamin oleh negara. Di sinilah Zohri seolah berpesan kepada kita lagi, “Tekuni panggilan dan bakatmu, bukan karena semata-mata karena mencari rejeki. Tapi, ketika kamu sukses, rejekipun akan datang.

Tapi, semoga saja pengorbanan yang telah dilakukan oleh Zohri, sungguh diperhatikan dan diberi penghargaan setingginya oleh negeri kita.

Sumber: https://ekonomi.kompas.com/

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://ekonomi.kompas.com/ dengan Judul:
3 Inspirasi Kehidupan Penting dari Zohri Buat Kita

Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help