Berita Palembang

BPK Temukan Izin Trayek Tertunda Senilai Rp 108 Juta di Pemkot Palembang

Para operator angkutan terhambat lantaran pemasukan sangat berkurang lantaran banyak penumpang memilih angkutan online.

BPK Temukan Izin Trayek Tertunda Senilai Rp 108 Juta di Pemkot Palembang
SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH
Asisten III Bidang Administrasi Umum Kota Palembang, Agus Kelana 

Laporan wartawan Sripoku.com, Yandi Triansyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ada temuan dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) mengenai retribusi trayek tertunda sejak tahun 2016 di Pemkot Palembang.

Nilainya mencapai Rp 108 juta karena operator dan pemilik kendaraan umum di Palembang tak membayar retribusi tersebut sejak dua tahun terakhir.

Hal ini diungkapkan oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Kota Palembang, Agus Kelana.

Baca: Gerhana Bulan Total Pada 28 Juli Bisa Berefek Besar pada 3 Zodiak Ini, Siapa Paling Hoki?

Menurut Agus Kelana, rapat yang dilakukan pihaknya berawal dari badan pengawasan keuangan menemukan adanya tunggakan retribusi izin trayek terhadap angkutan di Palembang berkisar Rp108 Juta.

"Adanya temuan inilah kami koordinasikan kepada Dinas Perhubungan untuk menagih tunggakan sekitar Rp108 juta dan menyetorkan kepada pemerintah," ujarnya, Selasa (24/7/2018).

Menurut Agus, kendaraan umum yang tak membayar retribusi sekitar 200 kendaraan.

Baca: Si Busuk Jengkol Efektif Lawan Kanker daripada Kemoterapi

"Sekitar ada 200 kendaraan yang tak membayar retribusi izin trayek, " katanya.

Sementara itu Kasi Seksi Angkutan Dishub, Indra mengatakan pihaknya akan menagih kepada operator angkutan terkait retribusi izin trayek angkutan umum.

Untuk awal pihaknya akan melakukan pemberitahuan secara persuasif melalui surat edaran.

Sedangkan untuk tindakan diakuinya agak sulit.

Sebab para operator angkutan terhambat lantaran pemasukan sangat berkurang lantaran banyak penumpang memilih angkutan online.

"Makanya kami belum bisa melakukan tindakan tegas," katanya.

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved