Berita Muaraenim

Pelajar SD Tenggelam Ketika Mandi di Sungai Enim Muaraenim

Betapa terkejutnya keluarga korban bahwa keempat temannya mengatakan jika korban tenggelam ketika mandi di Sungai Enim.

Pelajar SD Tenggelam Ketika Mandi di Sungai Enim Muaraenim
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Dimas Diansyah (10) pelajar SD warga Desa Pulau Panggung, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim, tewas tenggelam di Sungai Enim, Desa Pulau Panggung, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muarenim. 

Laporan wartawan sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM -- Diduga terbawa arus, seorang pelajar SD bernama Dimas Diansyah (10) warga
Desa Pulau Panggung, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim, tewas tenggelam di Sungai Enim, Desa Pulau Panggung, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muarenim, Minggu (22/7) sekitar pukul 19.00.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Senin (23/7/2018), kejadian tersebut bermula sekitar pukul 09.00, korban bersama keempat temannya yakni Riski, Firman, Alhadi dan Bara pergi bermain seperti biasanya.

Ketika hari sore, keluarga korban bertanya-tanya sebab korban tidak kunjung pulang, padahal biasanya korban selalu pulang setidaknya makan siang.

Kemudian keluarga korban melakukan pencarian dengan bertanya kepada teman-temannya yang pergi dengan korban pada pagi harinya.

Betapa terkejutnya keluarga korban bahwa keempat temannya mengatakan jika korban tenggelam ketika mandi di Sungai Enim bersama mereka.

Mendengar hal tersebut, keluarga korban dan warga langsung melakukan pencarian ke tempat dimana korban mandi tetapi tidak ditemukan dan hanya ada baju dan celana korban.

Setelah yakin dengan pakaian korban, wargapun melakukan pencarian dan penyelaman di dasar Sungai Enim. Setelah berjam-jam melakukan pencarian, akhirnya sekitar pukul 19.00, jasad korban ditemukan warga tenggelam di dasar Sungai Enim tempat dimana korban terakhir kali mandi bersama teman-temannya.

Kemudian jasad korban dibawa langsung kerumah duka dan dibawa ke puskesmas Tanjung Agung untuk divisum.

Kapolres Muaraenim AKBP Afner, mengatakan ketika korban ditemukan, sudah tidak bernyawa lagi, dari hidung keluar darah dan dari mulut keluar busa.

Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Dan pihak keluarga sampai saat ini tidak menuntut pihak manapun atas kejadian tersebut.(ari)

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help