Bolehkah Orangtua Merahasiakan Anak dari Penyakit yang Dideritanya?

Menerima kenyataan anak menderita penyakit berat memang tidak mudah. Pada tahap awal banyak orangtua yang memilih untuk merahasiakan anak

Bolehkah Orangtua Merahasiakan Anak dari Penyakit yang Dideritanya?
www.deherba.com
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Menerima kenyataan anak menderita penyakit berat memang tidak mudah. Pada tahap awal banyak orangtua yang memilih untuk merahasiakan anak dari penyakit yang diderita.

Berita Lainnya:
Siap-siap, Agustus ini Seluruh Anak di Sumsel Akan Imunisasi MR Secara Massal

Namun, menurut psikolog keluarga Anna Surti Ariani sebaiknya orangtua menyampaikannya kepada anak dengan bahasa sesuai dengan kemampuan dan pemahaman anak.

Jika sang anak masih balita, orangtua dapat menggunakan kata-kata sederhana untuk istilah penyakit, seperti ‘darahnya sedang berperang’, lalu ‘badannya membesar.

“Tapi saat anak sudah belajar, (dalam kasus leukemia) seperti leukosit, maka bisa bicara dengan istilah yang dia pahami,” kata psikolog yang akrab dipanggil Nina kepada Kompas.com, Jakarta, Senin (23/7/2018).

Dia mencontohkan, pada anak usia sekolah penyakit bisa dijelaskan sesuai istilah yang dipahami seperti sel darah putih dan lain-lain.

Sementara itu orangtua bisa memberikan respon sesuai kondisi emosionalnya . Meskipun anak sudah duduk dibangku SMP dan paham soal penyakit, dia bisa saja belum siap dari segi emosi.

Menurut psikolog yang disapa Nina ini, memilih untuk tidak merahasiakan penyakit berdampak positif untuk menghindari kondisi yang tak diinginkan.

Dia mencontohkan, jika orangtua merahasiakan, namun anak lama kelamaan tahu sendiri, maka hal itu bisa membuat hubungan antara anak-orangtua tak nyaman.

“Misalnya seperti, ‘Oh dia enggak kasih tahu aku, aku juga enggak mau terbuka ah’,” kata Nina.

Halaman
12
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help