Berita OKU Selatan

Warga Desa Pematang Danau Kesulitan Atasi Gangguan Hama Babi Hutan

Hama babi hutan merupakan kendala utama yang dikeluhkan petani pada saat menginjak musim panen di wilayah setempat.

Warga Desa Pematang Danau Kesulitan Atasi Gangguan Hama Babi Hutan
SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Sejumlah petani dari Desa Pematang Danau membawa beberapa ekor anjing untuk memburu dan mengusir hama babi hutan di area persawahan, Minggu (22/7/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Alan Nopriansyah

SRIPOKU.COM, MUARADUA -- Memasuki musim panen padi, warga Desa Pematang Danau, Kecamatan Sindang Danau, justru mengeluhkan gangguan yang dilakukan hama babi hutan yang kerap merusak persawahan milik petani setempat.

Serangan hama babi hutan yang sangat merugikan petani membuat petani setempat melakukan berbagai cara untuk menghilangkan hama tersebut.

Hama babi hutan merupakan kendala utama yang dikeluhkan petani pada saat menginjak musim panen di wilayah setempat.

Namun minimnya peralatan yang tersedia untuk menangkap hama babi hutan tersebut membuat warga terus-menerus merasakan gangguan hama babi hutan.

"Keluhan kita disini saat jelang panen tidak lain adalah hama babi hutan dan kita telah melakukan berbagai upaya agar hama babi hutan dapat teratasi," kata Agus saat dibincangi Sripoku.com, Minggu (22/7/2018).

Untuk mengurangi gangguan hama, hampir setiap pekannya warga memburu dan mengusir babi hutan dengan menggunakan peralatan seadanya, seperti hewan peliharaan anjing dan beberapa tombak.

Namun hama tersebut justru kerap kembali merusak tanaman milik petani.

"Kita kekurangan persedian untuk memburu babi hutan, seperti perangkap jaring (lapun) dan tombak," tutur Agus, salah seorang petani yang mengaku merasa dirugikan akibat gangguan hama babi.

Diungkapkan salah seorang lain petani yang juga penduduk setempat, Aslan, bahwa keluhan petani terkait hama babi hutan memang telah menahun, sehingga hasil panen yang didapat petani padi dan hasil bumi lainnya mengalami pengurangan.

"Kalau diganggu oleh gangguan hama babi sudah lama, kita berharap pemerintah terkait dapat membantu kita," harap Aslan.

===

Baca: Diduga Kerja Sama dengan Anak Presiden, Ini Tanggapan Hotman Paris, Hingga Bongkar Jumlah Ruko

Baca: Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki Buka Seminar Nasional dan Konferensi IAI

Baca: Warga Pagaralam Keluhkan Air PAM tak Layak Konsumsi, Bau dan Keruh Bercampur Lumpur!

Baca: Sebulan Hijrah Nikita Mirzani Bicara Lepas Hijab, Biarkan Saya Menikmati Proses Ini Reaksi Netizen

Baca: Panoramic of Lahat Terima Penghargaan Kemendikbud RI, Mario: Semua Wajib Peduli Peninggalan!

Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved