Berita Palembang

Larangan Parkir Rugikan Pedagang Sudirman Hingga Ancam Akan Lakukan Ini Saat Asian Games 2018

Pasca diterapkannya kebijakan larangan parkir di sepanjang Jalan Bandara hingga ke Jakabaring

Larangan Parkir Rugikan Pedagang Sudirman Hingga Ancam Akan Lakukan Ini Saat Asian Games 2018
SRIPOKU.COM/YANDI Triansyah
Para pedagang melakukan pertemuan bersama anggota DPRD Kota Palembang mengenai keluhan larangan parkir di sepanjang Sudirman, Minggu (22/7/2018) 

Laporan Wartawan Sripoku.com Yandi Triansyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pasca diterapkannya kebijakan larangan parkir di sepanjang Jalan Bandara hingga ke Jakabaring oleh Dinas Perhubungan Kota Palembang menyebabkan Omzet pedagang di sepanjang jalan Sudirman menurun hingga 70 persen.

Pedagang mengancam, jika aturan ini tak dievaluasi mereka akan menutup toko selama berlangsungnya perhelatan Asian Games 2018 di Palembang.

"Kami akan tutup toko saat Asian Games jika kebijakan larangan parkir tak dievaluasi, " kata Agus Warso pemilik toko Sarinah, Minggu (22/7).

Menurut dia, kebijakan larangan parkir telah menyebabkan pendapatan pedagang menurun, karena konsumen terutama yang membawa kendaraan malas untuk ke toko lantaran tidak bisa memarkirkan kendaraannya.

Agus mengatakan, dalam memberlakukan kebijakan larangan parkir, Dishub Kota Palembang sama sekali belum pernah mensosialisasikannya kepada pemilik toko yang baru mengetahuinya setelah menerima surat edaran (SE) dari Dishub Kota Palembang yang berisi soal larangan parkir di ruas jalan protokol tersebut.

"Kita rugi karena kebijakan ini, kami minta ada evaluasi dan diakhirinya aturan ini, "katanya.

Kerugian lain yang ditimbulkan akibat kebijakan yang dinilai sepihak ini jangankan untuk bisa menangguk keuntungan saat ini juga untuk dropping (bongkar muat) barang yang selama ini dilakukan perusahaan ekspedisi juga tidak dapat dilakukan lagi.

“Ekspedisi minta kami mengambil sendiri barang di kantornya karena kalau dropping ke toko mereka tak berani lantaran takut di denda oleh petugas Dishub Palembang yang berjaga di Jl Sudirman,” katanya.

Tak cukup sampai disitu, bahkan pegawainya yang biasa membawa motor pun ketakutan. Lahan parkir yang disediakan juga tak sesuai, sebab sangat jauh dari lokasi tempatnya berjualan. Alhasil Agus juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk ongkos para pegawainya.

Selain itu, banyak juga keluhan yang dilontarkan oleh konsumennya. Sebab, saat memarkir kendaraan di kantong parkir yang disediakan seperti kaca spion dan body mobil lecet, hal itu membuatnya tak enak hati kepada pelanggan.

"Kami pedagang sepenuhnya mendukung pelarangan parkir oleh pemerintah demi Asian Games, tapi kami juga minta bagaimana solusi terbaik, agar kedepannya tidak ada penurunan omset lagi," katanya.

Jika tetap tak diindahkan kami sepakat selama penyelenggaraan Asian Games bakal memilih menutup toko ketimbang harus menanggung kerugian yan lebih besar lagi nantinya.

Baca: Sukses Taklukkan Sang Mantan di Kandang, Kapten Hamkah Hamzah Dibanjiri Permintaan

Baca: Baru 3 Trainset Tersertifikasi, LRT Utamakan Keselamatan dan Kenyamanan Penumpang

Baca: Kepergok Polisi Saat Merampok & Melawan, Pria di Belitang Ini Akhirnya Tewas, Begini Aksinya

Baca: Kepergok Polisi Saat Merampok & Melawan, Pria di Belitang Ini Akhirnya Tewas, Begini Aksinya

Baca: Final Singapore Open 2018 - Wakil Indonesia Main di Partai Penutup, Bisa Live Streaming!

Baca: Ada 786 Ormas di Sumsel Terverifikasi, Begini Cara Kesbangpol Sumsel Mengucurkan Dana Bantuan

Baca: Tak Main-main, Tom Cruise Jadi Bintang Tamu Running Man? Ini Bocorannya

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved