Berita Musirawas

Buron 3 Bulan Kasus Penganiayaan Ini Ditangkap Anggota Polsek Rupit di Bangko Jambi

Satu dari lima tersangka penganiayaan terhadap Darmaji (38) warga Desa Pantai Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara ditangkap.

Buron 3 Bulan Kasus Penganiayaan Ini Ditangkap Anggota Polsek Rupit di Bangko Jambi
SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Tersangka AM saat diamankan di Polsek Rupit Muratara. 

Laporan wartawan sripoku.com, Ahmad Farozi

SRIPOKU.COM, MURATARA - Setelah Buron tiga bulan, sSatu dari lima orang tersangka penganiayaan terhadap Darmaji (38) warga Desa Pantai Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara ditangkap.

Dia adalah AM (35), yang merupakan warga satu kampung korban.

Sementara empat terduga pelaku lainnya, berinisial WA, RL, ID dan YE ditetapkan sebagai DPO.

"Dari hasil lidik didapat info bahwa salah satu pelaku atas nama AM sudah berada dan menetap di Kabupaten Bangko Provinsi Jambi.

Maka Sabtu (21/7/2018) sekitar 18.00 wib, Kanit Reskrim Polsek Rupit bersama aggota melakukan penangkapan terhadap pelaku dan berhasil diamankan tanpa perlawanan," ungkap Kapolres Musirawas AKBP Bayu Dewantoro melalui Kapolsek Rupit AKP Yulfikri, Minggu (22/7/2018).

Dijelaskan, tersangka ditangkap karena kasus penganiayaan pada 4 Mei 2018, dan dilaporkan ke Polsek Rupit dengan dasar laporan, LP/B-22/ V /2018/Sumsel/Res Mura/Sek. Rupit tanggal 05 Mei 2018.

Bermula ketika korban bernama Darmaji pada Jumat (4/5/2018) sekitar pukul 10.25 pamit kepada istrinya berangkat ke kebun dengan membawa sebilah parang.

Dalam perjalanan, korban bertemu dengan AM, lalu keduanya mengobrol tentang mobil milik ID yang dijadikan jaminan utang kepada korban.

Saat itu, AM menjelaskan bahwa mobil yang dimaksud tersebut sudah ditarik pihak leasing dan uang mukanya sudah diambil kembali oleh ID dan RL.

Mendengar penjelasan tersebut, korban mengurungkan niatnya pergi ke kebun dan langsung menuju rumah ID, untuk memastikan informasi yang diperolehnya dari AM, sekaligus berniat menagih utang yang belum dibayarkan.

"Ketika korban tiba di rumah ID, yang bersangkutan tidak berada di tempat. Diduga karena kesal tidak bertemu ID, maka korban melampiaskan kekesalannya dengan marah-marah dan memperlihatkan parang yang dibawanya kepada keluarga ID," ujar AKP Yulfikri.

Sementara itu, ID yang mendapat informasi tersebut, mengajak saudaranya untuk mencari korban. Saat kedua pihak ingin dipertemukan oleh perangkat desa setempat untuk menjelaskan permasalahan serta mencari solusinya, datanglah AM yang langsung menyerang korban diikuti oleh pelaku lainnya menggunakan sebilah parang.

Tak hanya itu, korban juga dipukul dan ditendang, sehingga mengalami luka di tangan dan lengan akibat sabetan senjata tajam serta luka lebam di beberapa bagian tubuhnya. Selanjutnya korban dievakuasi ke RSUD Rupit. (ahmad farozi)

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help